Kegiatan Mahaprabhu Bersama Amogha Pandit

Suatu hari, Sriman Mahaprabhu pergi untuk makan siang di kediaman Sarvabhauma Bhattacarya. Istri Sarvabhauma menyediakan berbagai jenis hidangan sayuran dan manisan kepada Mahaprabhu. Sarvabhauma pertama-tama mempersembahkan makanan itu kepada arca pujaannya. Kemudian dia meletakkan berbagai jenis masakan itu di atas sebuah talam dan menempatkannya dihadapan Mahaprabhu. Puas oleh pengabdian mereka, Tuhan Caitanya Mahaprabhu yang sangat mengasihi para penyembah-Nya kemudian mulai makan. Sarva-bhauma sendiri yang melayani Tuhan.
Saat itu, Amogha Pandit, menantu Sarva-bhauma, datang diam-diam ke sana.

Amogha adalah seorang penghujat yang penuh kedengkian. Dia mencela Mahaprabhu karena makan dengan rakus, padahal seorang sannyasi seharusnya mengurangi makan. Sarvabhauma mendengar celaan ini dan menjadi sangat marah seperti api. Dia mengambil sebatang tongkat dan mengejar Amogha. Tapi Amogha berhasil kabur. Sarvabhauma kemudian mengutuknya, ”Semoga engkau mati, agar aku tidak melihat wajah seorang pendosa”. Sarvabhauma kemudian memeluk kaki padma sri caitanya Mahaprabhu lalu menangis. Mahaprabhu menenangkannya dengan berbagai cara sebelum akhirnya pulang. Pada hari itu Sarvabhauma dan istrinya tidak makan apapun karena mereka sangat berduka.

Karena telah melakukan kesalahan pada kaki padma Tuhan,dan Amogha mati karena kolera malam itu juga. Pagi harinya beberapa penyembah membawa kabar ini kepada Mahaprabhu. Sri Caitanya Mahaprabhu, yang sangat mengasihi penyembah-Nya dan adalah Roh Utama bagi setiap mahluk, pergi sendiri ke tempat jenazah Amogha dibaringkan. Tuhan menyen-tuh dada Amogha dan berkata,

“Hati seorang brahmana sejatinya amat bersih. Oleh sebab itu dia menjadi tempat yang pantas bagi Krishna untuk duduk. Mengapa engkau ijinkan irihati untuk turut duduk di sana? Karena ini, engkau sudah menjadi seperti candala, yang terendah di antara manusia. Engkau juga telah menodai tempat yang paling disucikan, yaitu hatimu.
Bagaimanapun juga, oleh pergaulanmu dengan Sarvabhauma Bhattacarya, segala nodamu kini telah musnah. Ketika hati seseorang telah dibersihkan dari pencemaran, dia dapat mengucapkan mahamantra Hare Krishna.

Oleh karenanya O Amogha !! Bangkitlah dan ucapkan Hare Krishna maha mantra !! Bila engkau melakukannya pastilah Krishna akan mencurahkan karuniaNya kepadamu.”
(CC.Madya-lila.15.274-277 )

Hanya dengan sentuhan Mahaprabhu, Amogha hidup kembali dan segera bangkit. Dia kemudian mulai menari-nari sambil mengucapkan Krishna! Krishna! Akhirnya, Amogha memeluk kaki padma Tuhan Caitanya Mahaprabhu dan memohon pengampunan. Mahaprabhu berkata, “Engkau adalah menantu Sarvabhauma Bhattacarya, maka segala dosamu telah diampuni. Ucapkanlah senantiasa nama suci Krish-na. Krishna akan segera memberkatimu.”

Bahkan seorang kerabat dari seorang penyembah, walau dia berbuat kesalahan pada kaki padma Tuhan, segala dosanya diampuni dan diterima olehNya. Demikianlah kasih sayang Tuhan bagi penyembah-Nya yang menakjubkan.
Sumber:( Caitanya Charitamrta Madya Lila Bab 15 )
jaya sri caitanya mahaprabhu ki…!!!!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s