Hal Yang Paling Menyedihkan Di Dunia Ini Lila Sri Caitanya Bersama Srila Haridasa Thakur.

Didalam Caitanya-caritamrta, (Madhya 8.248) disebutkan bagaimana suatu saat Mahaprabhu bertanya kepada Ramananda Raya, duhkha-madhye kona duhkha haya gurutara? “Penderitaan yang manakah yang paling menyakitkan?”

Ramananda Raya menjawab, krsna-bhakta viraha-vina duhkha nahi dekhi para “Berpisah dengan seorang krsna-bhakta, penyembah tercinta Sri Krsna, adalah kesedihan dan penderitaan yang paling menyakitkan”. Jika seseorang dipisahkan dari penyembah murni Sri Krsna, dia akan mengalami luka hati yang dalam. Tidak ada penderitaan lain dapat dibandingkan dengan penderitaan ini. Ini adalah seperti krsna-vihara-duhkha, luka hati berpisah dengan Sri Krsna. Ini adalah apa yang sedang dirasakan Uddhava setelah matahari Krsna, setelah Krsna mengakhiri lilanya. Uddhava sudah ditempatkan di dalam penderitaan seperti itu, suatu keadaan yang paling menyedihkan. Dan sama seperti itu adalah krsna-bhakta-vihara, berpisah dengan seorang penyembah tercinta Sri Krsna, yang selalu bersama Krsna. Jika seseorang dipisahkan dari penyembah terkasih yang demikian, itu adalah sama seperti dipisahkan dari Sri Krsna. Tidak ada penderitaan yang melebihi hal itu.

Mahaprabhu mengatakan hal ini tatkala Haridasa Thakura berpulang. Haridasa Thakura, yang juga dikenal sebagai namacharya, yang siang dan malam, dua puluh empat jam sehari, sibuk dalam pengucapan nama suci tanpa tidur, tanpa makan. Itu berarti bahwa Beliau selalu bersama Krsna. Tatkala Beliau berpulang Mahaprabhu menangis secara memilukan, karena seorang penyembah seperti itu, yang selalu bersama Krsna, sudah berpulang. Itu adalah luka yang paling menyedihkan.Mahaprabhu menangis dan bersabda:

Krpa kori’ krsna more diyachila sanga
Svatantra krsnera iccha kaila sanga-bhanga

Haridasera iccha yabe ha-ila calite
Amara sakati tanre narila rakhite

Iccha-matre kaila nija-prana niskramana
Purve yena suniyachi bhismera marana

“Krsna demikian berkarunia kepada Hamba sehingga Krsna memberikan Hamba pergaulan dengan seorang penyembah maju, paramahamsa, seorang penyembah tercinta Sri Krsna, yang selalu bersama Krsna. Dengan mendapatkan pergaulan Beliau, Hamba merasa bahwa Hamba ada bersama Krsna. Sekarang Haridasa Thakura sudah berpulang. Dan luka di dalam hati Hamba sangat menyedihkan”.

Berpulangnya penyembha tercinta seperti itu adalah sangat tidak menguntungkan. Itu sebabnya Mahaprabhu menangis. Jadi orang harus menangis karena keadaan seperti itu adalah penderitaan yang paling menyakitkan, kesedihan yang memilukan kan orang rasakan. Tetapi kita, orang-orang bodoh dan terikat ini, tidak menangis karena hal seperti itu. Karena kita sudah mengembangkan keterkatan hanya kepada orang terdekat dan terkasih kita, kita pasti menangis dan menderita. “Oh, kawan saya yang tercinta meninggal”, “Istri saya meninggal”, “Ayah saya meninggal”, “Ibu saya meninggal”. Dan dia menderita dan menangis. Alangkah bodohnya orang itu. Tetapi siapakah yang menangis tatkala seorang penyembah tercinta berpulang?

Siapakah yang menangis untuk hal seperti itu? Hanya para Vaisnava yang menangis. Mareka tidak menangis untuk kehilangan hal-hal yang material, mereka tidak menangis jika mereka kehilangan seseorang yang dekat dan terkasih secara material.

Jika kamu ingin menangis, menangislah untuk Krsna. Krsna adalah Beliau yang paling dekat dan paling terkasih. Krsna adalah tujuan dari cinta kasih kita. Krsna adalah satu-satunya hidup kita. Krsna mengatakan di dalam Bhagavad-gita (7.9), jivanam sarva-bhutesu “Aku adalah kehidupannya semua makhluk hidup”. Dan Mahaprabhu sedang menangis, ha krsna prana mora “Krsna adalah jiwa-Ku. Sekarang, jiwa-Ku sudah pergi. Aku tidak bisa lagi melihat Krsna, Aku tidak bisa menemukan Krsna lagi”. Beliau menangis dengan pilu ketika Haridasa Thakura berpulang. “Krsna sangat berkarunia. Beliau tercinta seperti ini, penyembah yang selalu bersama Krsna. Tetapi sekarang Beliau sudah berpulang, sehingganya Aku tidak bisa merasakan kehadiran Krsna, yang adalah jiwa-Ku sendiri. Aku tidak memiliki kehidupan lagi, Aku tidak memiliki kehidupan lagi.” Seperti itulah orang harus menangis.

Krsna adalah svatantra. Kehendak Beliau adalah yang paling kuasa. Begitu juga, apapun yang diinginkan oleh penyembah tercinta Krsna, Krsna memberikan. Dan Haridasa Thakura menginginkan itu, “Saya ingin meninggalkan bumi ini.” Dan Krsna akan memberikan hal itu kepadanya. Meskipun Mahaprabhu adalah Krsna, Beliau berkata, “Haridasa Thakura adalah seorang penyembah murni Krsna, Aku tidak memiliki kuasa untuk menghentikan keinginannya.” “Jangan pergi, jangan pergi. Tinggallah bersama kami.” Bilamana seorang penyembah murni mengembangkan keinginannya yaitu, “Oh Krsna, tolong ambil hamba. Hamba tidak ingin hidup disini lagi”, Krsna akan memberikannya, dan lalu Beliau meninggalkan bumi ini. Seperti itulah kasusnya Haridasa Thakura. Mahaprabhu menangis dan mengangkat badan rohani Haridasa Thakura. Dengan mengucapkan, “Hare Krsna”, sementara berlinang airmata, Beliau menari. Inilah yang diajarkan oleh Mahaprabhu kepada kita.

Jay Gauranga Mahaprabhu Ki…………….Jay………

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s