Fakta luar biasa dari Dapur Sri Jagannatha

” PERSEMBAHAN BHOGA DI DAPUR SRI JAGANNATH, SEBENARNYA DIMASAK LANGSUNG OLEH LAKSHMI DEVI SENDIRI, PERMAISURI TUHAN SRI JAGANNATH. Setiap hari sebelum aktifitas masak dimulai, doa2 diucapkan utk memohon kehadiran Beliau utk memasak..”

Dapur Sri Jagannath di Puri bisa dikatakan adalah dapur terbesar didunia. Para tukang masak, atau yg disebut Suara”, menghasilkan sekitar 5000 kg(5ton) kuantitas masakan setiap harinya. Apalagi selama Perayaan spesial seperti bulan Kartika, jumlahnya bisa mencapai 10.000kg (10ton). Pada hari2 festival seperti Rathayatra, bisa sekitar sampai sepuluh juta orang dilayani persad.
Dapur Sri Jagannath Puri disebut Rosa Ghara”, terletak di area yg disebut Meghanada-pracira”, terletak agak keatas disebelah kiri pintu gerbang Simhadvara. Dapur ini merupakan ruang hall yg sgt luas, tertutup seluas satu hektar dgn 32 ruang masak, dan hanya memiliki satu pintu masuk. Masing2 ruangan dapur ini memiliki 752 tungku perapian (cangkem paon). Dua diantara ruang dapur ini luasnya mencapai masing2 2,500 kaki persegi, dindingnya setinggi 20kaki. Pemotongan dan persiapan bahan2 masakan dilakukan didepan dapur dihalaman terbuka yg luas yg disebut Agana”. Utk membawa masakan bhoga yg siap dioffering kpg Sri Jagannath, itu melalui sebuah lorong sempit yg langsung terhubung dgn altar Sri Jagannath.

Dapur yg ada saat ini, didirikan atas perintah Raja Sri Divyasinghdev yg memerintah dari 1682-1713. Kemudian pd pemerintahan Raja Hare Krishna Dev 1770-1825), dibangunkan atap yg sgt besar yg menghubungkan dapur Sri Jagannath dgn Sri Mandir Natya Mandapa.

Setelah beberapa ritual, kegiatan dimulai dgn membersihkan seluruh ruangan dapur. Dapur dibersihkan secara praktek dan upacara yg disebut Rosa-dhola-pakhala. Brahmana2 khusus datang setiap hari utk pembersihan. Setelah bersih..mereka menyalakan api Yagya dan Sri Ganesha dipuja di pintu depan, utk menghilangkan halangan2 yg mungkin terjadi saat pelayanan utk Sri Jaganath. Api dari yagya ini digunakan utk menyalakan kayu bakar dan memulai aktifitas pelayanan memasak.

Agnidev, dewa penguasa api, dijelaskan sebagai pelindung pd saat memasak. Krn api yg digunakan utk masak ini disebut Vaisnava Agni”, dan api ini tidak boleh dibawa keluar dapur.
Semua air yg digunakan utk memasak diambil dari 2 buah sumur yg bernama Gangga Kup dan Yamuna Kup”, dihalaman sisi temple dekat dapur. Sumur ini berdiameter sekitar 3 mtr dan dalamnya sekitar 30mtr.

Dapur di Jagganath Mandir ini sgt Tradisional. Tidak ada listrik, semuanya diterangi dgn lampu minyak. Tidak ada kipas angin, apalagi AC, mengingat suhu temperatur di Puri kadang2 bisa mencapai 50¤ derajat celcius, dan dapur penuh dgn tungku api yg panas, ini benar2 sebuah pertapaan yg keras utk melayani Sri Jagannath didapur.

Sekitar lebih dari 1000 orang melakukan pelayanan didapur Sri Jagannath. Orang yg hanya boleh memasak ditungku masak sekitar 600 orang Suara”. Dan ada sekitar 300 Panda” yg disebut Jogadias, mereka ini diijinkan masuk ke dalam dapur, tapi mereka tdk boleh ikut langsung memasak. Tugas mereka hanya menjadi assisten dari para Suara, dgn mencuci periuk masak, mengambil air dari sumur, menyalakan api kayu bakar dan menaruh semua bahan2 kedalam periuk sebelum dimasak.
Sisanya sekitar 200 orang assisten yg disebut Tunia”, mereka tdk dijinkan masuk kedapur, mrk bekerja diluar dapur, memotong dan mencuci sayuran, memarut kelapa dan menumbuk bumbu dgn batu. Bumbu2 disini sll disiapkan baru dan segar. Semua tukang masak hrs memakai pakaian bersih yg baru setiap hari. Celana atau baju tdk diperbolehkan.

Orang luar tdk diperbolehkan masuk ke area dapur. Bagaimanapun juga, banyak lubang2 ditembok pinggir dapur, yg mana bagi orang yg ingin tahu dapat melihat aktifitas melalui celah lubang dapur.

Bahan2 utk memasak disimpan disebuah ruang bawah tanah dihalaman samping temple, yg disebut Lakshmi Bhandar. Terdapat ribuan karung berisi beras, berton2 Guda dan Nabata, ratusan tempat ghee termasuk pula Hing, kunyit bubuk, merica hitam, ribuan kelapa dll. Lakshmi Bhandar bekerja sama dgn “Suara Nijoga Cooperative Society” dimana para Suara mendapatkan bahan2 utk memasak dgn harga yg pantas disana. Aktivitad memasak ini dilakukan oleh tradisi Keluarga para Suara. Setelah masakan dipersembahkan kpd Sri Jagannath, anggota keluarga yg lainnya akan menjual Mahaprasada ini di area yg bernama Ananda Bazar”.

Makanan yg dimasak didapur Sri Jagannath sebenarnya dimasak sendiri oleh Sri Lakshmi sendiri, permaisuri Tuhan Sri Jagannath. Setiap hari sebelum aktifitas memasak dimulai, doa2 pujian diucapkan utk memohon Beliau datang dan memasak. Para Suara adalah assisten dan perwakilan Dewi Lakshmi.

Bila ada seekor anjing masuk kedalam halaman temple, maka hal ini dianggap pertanda Sri Lakshmi tidak puas dgn hidangan yg dimasak oleh para tukang masak. Anjing ini sebenarnya manifestasi dari Kutama Chandi, yaitu Dewi yg bertugas utk menyucikan masakan. Jika seekor anjing masuk, maka semua makanan yg sdh disiapkan ditimbun didalam tanah dan mulai mengulangi masak lagi dari awal. Pada saat memasak apabila ditemukan sehelai rambut atau atau potongan kuku didalam periuk masakan, maka dianggap tercemar dan hrs dibuang.

Setelah memasak nasi, sebuah lubang kecil dibuat dibagian bawah setiap ratusan pot nasi, agar sisa air keluar dari pot. Air air ini dialirkan keluar dapur melalui pipa pembuangan yg disebut Pejanala” mengalir keluar Temple Jaganath. Air ini ditampung disebuah tangki besar diluar temple yg disediakan utks sapi2 dan berbagai jenis binatang lainnya. Para penduduk jg memanfaatkanya utk beberapa hal.

Disebuah kolomnya ” LORD KRISHNA CUISINE ” Yamuna Devi Dasi menjelaskan..
” Saya telah mempelajari ratusan dapur, tiga dekade belakangan ini, banyak diantaranya masuk akal. Tetapi tidak ada satupun sehebat dapur Sri Jagannath di Puri Orrisa. Mengagumkan dgn ukuran raksasa, menggambarkan Tradisi dari ratusan bahkan ribuan tahun. Tanpa listrik atau mesin, sebuah kerja keras dari tukang masak yg sgt berpengalaman, memasak dibawah cahaya lampu minyak dan banyak tungku api kayu bakar. Setiap hari mereka menyiapkan lebih dari 100 jenis berbagai macam masakan yg berbeda dan mempersembahkannya kpd Tuhan Pujaan Mereka SRI SRI JAGANNATH BALADEVA dan SUBHADRA DEVI..

JAYYYY.. SRI JAGANATH MAHAPRASADA ki jayyyy..
JAYY LAKSHMI DEVI ki jayyyy..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s