Kemunculan Bukit Govardana

Ayah Tuhan Krsna Nanda Maharaja pernah bertanya kepada Upananda saudaranya bagaimana kisah Bukit Govardhana bisa hadir di tanah suci Vrndavana. Upananda menjawab bahwa Prabu Pandu, ayah dari Pandawa, telah ditanyakan pertanyaan yang sama ini kepada Kakek Bhisma, yang menceritakan kisah berdasarkan Garga Samhita:

Suatu hari di Goloka Vrndavana Sri Krishna memberitahu Srimati Radharani bahwa Dia seharusnya sekarang muncul di bumi karena sudah waktunya bagi Mereka untuk melakukan lila Mereka di dunia material. Radharani menjawab bahwa kecuali Vraja Dhama, Yamuna dan Bukit Govardhana hadir di sana, Dia tidak akan senang berlila disana. Krsna kemudian mengatakan kepada Radharani bahwa Dia tidak perlu khawatir, karena Vraja Dhama, bersama Yamuna dan Bukit Govardhana sudah muncul di bumi.
Bertahun-tahun sebelum kejadian ini, di tanah Salmali Dvipa, istri dari Dronacal gunung besar melahirkan seorang putra bernama Govardhana. Pada saat kelahiran Govardhana ini semua dewa muncul di langit dan menaburkan bunga kepadanya. Gunung-gunung yang besar, dipimpin oleh Himalaya dan Sumeru, datang ke sana untuk memberikan penghormatan. Mereka kemudian melakukan Parikrama kepada Govardhana dan menerima dia sebagai raja mereka. Mereka melantunkan doa-doa pujian yang sangat bagus memuji Govardhana karena telah diturunkan dari Goloka Vrndavana, menggambarkan dia sebagai “permata mahkota Vraja.”
Beberapa tahun kemudian, pada awal Satya-yuga, Resi besar Pulastya Muni melakukan kunjungan ke Salmali Dvipa. Setelah melihat Bukit Govardhana begitu indah ditutupi dengan tanaman rambat yang indah, bunga, sungai, gua-gua dan burung berkicau, Resi itu merasa bahwa bukit ini pasti mampu memberikan pembebasan. Dia kemudian pergi menemui Dronacal, yang segera memberi hormat dan bertanya kepada Resi pelayanan apa yang bisa lakukan.
Pulastya Muni memberitahu Dronacal bahwa ia berasal dari Kasi (Benares) dan berziarah ke tempat-tempat suci. Dan dia mengatakan bahwa meskipun sungai suci Gangga mengalir melalui Kasi, tidak ada bukit yang indah. Dia kemudian meminta Dronacal untuk memberikan Govardhana kepadanya sehingga dia bisa melakukan pertapaan dan duduk di atas bukit.
Mendengar permintaan Resi, Dronacal, yang tidak bersedia untuk berpisah dengan anaknya, mulai mencucurkan air mata dalam pikiran akan perpisahannya dengan Govardhana tercinta. Tidak ingin melihat Pulastya Muni menjadi marah dan mengutuk ayahnya, Govardhana meminta sang resi bagaimana dia akan membawanya sampai ke Kasi. Resi itu menjawab bahwa ia akan membawanya di tangan kanannya. Govardhana kemudian setuju untuk pergi dengan resi itu dengan satu syarat – bahwa jika sang resi menempatkan dia di mana pun selama perjalanan, dia tidak akan bisa mengangkatnya lagi. Pulastya Muni setuju. Membawa Govardhana di tangan kanannya ia berangkat ke Kasi.
Dengan kehendak yang Mahaesa Pulastya Muni melewati Vraja dalam perjalanan ke Kasi. Saat tiba di Vraja, Govardhana berpikir bahwa sekarang dia berada di sini ia harus tetap di dhama suci. Dengan kekuatan mistis dia mampu mempengaruhi Muni Pulastya untuk menghadiri panggilan alam. Lengah, Sang Resi menempatkan Govardhana turun dan pergi untuk menjawab panggilan. Tapi ketika ia kembali ia tak mampu mengangkat Govardhana lagi. Mencoba sekuat tenaga, menggunakan kedua tangan, ia tidak bisa mengangkat Govardhana bahkan sedikit pun.
Dalam kemarahan besar Pulastya Muni kemudian menjadi marah dan mengutuk Govardhana untuk tenggelam ke dalam tanah setiap ukuran satu biji sawi setiap hari.
Ketika pertama kali Govardhana muncul di Vraja pada awal Satya-yuga, ia delapan yojana panjangnya (64 mil), lima yojana lebarnya (40 mil) dan dua yojana tingginya (16 mil). Dikatakan bahwa setelah sepuluh ribu tahun dari Kali-yuga, Govardhana akan telah benar-benar menghilang.
Setelah menceritakan kisah indah kemunculan Govardhana itu, Sunanda memberitahu Nanda Maharaja bahwa selama Bukit Govardhana dan sungai Yamuna tetap terwujud, Kali-yuga tidak akan bebas penuh. Sunanda juga mengatakan bahwa siapa saja yang cukup beruntung untuk mendengar deskripsi kemunculan Bukit Govardhana akan dibebaskan dari segala dosa.

Govardhan Dhäma.

Semua penduduk Vraja datang ke sini bersama Nanda Mahäräja dan Kåñëa Balaräma untuk melakukan Govardhan puja. Ketika Indra mengirim hujan dan angin topan untuk menghancurkan Vraja karena telah melalaikan Indra puja, Kåñëa mengangkat butkit Govardhan. Saat itu, tidak satupun dari penduduk Vraja yang tidak hadir di sini. Di tempat lain mereka akan berkumpul hanya untuk beberapa jam tetapi di sini mereka semua berkumpul selama tujuh hari tujuh malam

Ada begitu banyak tempat di bumi ini yang sangat indah secara material dan Tuhan mempunyai kuasa penuh untuk muncul dan berlila dimanapun Beliau inginkan. Karena Beliau adalah yang maha kuasa maka tidak seorangpun yang akan mampu melarang Beliau. Tetapi tetap Beliau memilih untuk muncul dan berlila di Vraja dham. Beliau memilih Vraja Dham karena disana ada penyembah murni Beliau. Hanya itulah alasan Beliau untuk muncul di suatu tempat. Kalau hanya untuk membunuh Kamsa, atau raksasa yang lainnya, Beliau tidak perlu turun ke bumi ini. Hanya dengan memerintahkan dewi Maya atau dewa kematian, Yamaraj, Beliau mampu membunuh para raksasa dengan mudah. Tetapi karena Beliau ingin memuaskan dan menikmati bersama penyembah Beliau maka Beliau muncul di muka bumi ini.

Karena rasa cinta bhakti yang murni para Gopi dan Gopa di Vrndavana, Tuhan Sri Krishna memilih Vraja sebagai tempat favorit Beliau. Dan di Vraja, Beliau mempunyai tiga tempat favorit karena tempat itu memberikan fasilitas yang khusus kepada Krishna dan penyembahnya untuk menikmati kegiatan mereka. Tempat itu adalah tepi sungai Yamuna, bukit Govardhan dan hutan Vrndavana.

Ketika Sri Caitanya Mahäprabhu melewati hutan Jharikhanda, Beliau berpikir bahwa hutan ini adalah hutan Vrndavana. Melihat beberapa bukit yang mengelilingi hutan Jharikhanda, Beliau berpikir bahwa ini adalah bukit Govardhan dan ketika Beliau melihat sungai di hutan tersebut, Beliau berpikir bahwa itu adalah Yamuna. Dengan demikian, diuraikan bahwa dimanapun Beliau berada, Beliau hanya melihat Vrndavana. Beliau melihat Vraja dham dimana-mana karena Beliau sendiri membawa Vraja dham kemana mana. Sebagai pengikut Sri Caitanya Mahäprabhu, kita juga bisa mengikuti jejak kaki padma Beliau dengan bermeditasi pada Vrndavana ketika kita melihat hal yang berhubungan atau mirip dengan uraian Vrndavana dham. Dengan demikian kita secara otomatis dan berangsur-angsur berada di dalam meditasi pada Vrndavana dham meskipun kita berada jauh dari Vrndavana dham yang sejati dimana Krsna melakukan lila Beliau lima ribu tahun silam. Karena Sri Krsna bersifat mutlak, maka segala sesuatu yang berhubungan dengan Beliau juga sama dengan Beliau. Dengan demikian dengan berpikir tentang Vrndavana Dham maka kita juga berpikir tentang Krsna. Kita melihat sebuah contoh yang diberikan oleh Srila Rupa Gosvami pada dimana ada seseorang yang melakukan pelayanan kepada Krsna hanya di dalam pikiran dan itu sama dengan pelayanan secara fisik. Sama halnya dengan bermeditasi pada dhama, maka kita secara tidak sadar sebenarnya sudah berada di dham tersebut. Ini adalah keunikan hal-hal rohani. Proses ini diperlihatkan oleh Sri Caitanya di dalam lila Beliau ini. Seperti yang kita sudah uraikan tadi yaitu dengan berpikir bahwa melihat sungai sebagai sungai Yamuna, bukit sebagai bukit Govardhan dll.

Setelah mengucapkan doa pujian kepada Sri Radha Kunda, Sri Caitanya menari dan menyanyi dengan kebahagian rohani di tepi Radha Kunda sambil mengingat kegiatan Sri Krsna. Kemudian Sri Caitanya Mahäprabhu menandai badan Beliau dengan tilak dari lumpur di Radha Kunda dan mengumpulkan beberapa lumpur dan dibawa bersama Beliau.

Kemudian dari Radha Kunda Beliau menuju ke danau Sumana. Melihat Govardhan dari tempat itu, Beliau menjadi sangat gembira. Beliau bersujud pada Govardhan bagaikan tongkat yang terjatuh kemudian lari dan memeluk batu di bukit Govardhan. Akhirnya Beliau sampai di desa Govardhan dan darsan pada Sri Haridev. Haridev merupakan arca Vigraha yang diisntall oleh Sri Vajranabha, yang terletak di bagian barat Mathura. Sri Caitanya mulai menari dan menyanyi penuh dengan kebahagian rohani didepan Haridev. Mendengar kegiatan Beliau, para penduduk setempat datang dan melihat Beliau. melihat kebahagian rohani dan ketampanan Sri Caitanya, semua orang yang hadir menjadi sangat heran. Pujari Sri Harideva menerima Sri Caitanya dengan sangat baik. Sri Bhattäcarya memasak untuk Sri Caitanya Mahäprabhu di Brahma Kunda, yang terletak di dekat Haridev Mandir. Setelah mandi di Brahma Kunda, Sri Caitanya menerima persad yang telah di masak oleh Sri Balabadra Bhattacarya.

Sri Caitanya Mahäprabhu tinggal semalam di Haridev mandir dan berpikir tentang sesuatu. Beliau berpikir, “karena aku tidak akan memanjat bukit Govardhan, bagaimana aku bisa darsan pada Sri Gopal Raya Ji? Berpikir seperti ini, Beliau hanya bisa diam. Mengerti keinginan Sri Caitanya Mahäprabhu, Arca Gopal Ji, mempermainkan para penduduk setempat sehingga Beliau di arak ke bawah bukit. Sri Gopal Ji mengirim kabar burung yang menyatakan bahwa pasukan muslim akan segera datang untuk menyerang kuil ini. Karena itu penduduk setempat bersama dengan para pujari Gopal Ji, menggusung Gpal ji dengan tandu turun dari bukit Govardhan. Pada saat ini Tuhan Sri Caitanya bisa darsan pada Sri Gopal Ji tanpa menginjakkan kaki diatas bukit Govardhan yang tidak berbeda dengan badan Sri Krsna sendiri. Sambil menari dan menyanyikan nama suci menemui Sri Gopal Ji, Sri Caitanya masuk kedalam kebahagian rohani yang dalam sehingga air mata Beliau mengalir bagaikan aliran sungai Ganga yang deras. Beliau kelihatan seperti orang-orang yang gila pada kekasihnya yang akhirnya tiba-tiba ketemu dengan kekasih yang dirindukan. Dalam keadaan gila rohani seperti ini Tuhan Sri caitanya berkeliling mengunjungi berbagai tempat di Vrndavana dham di dalam perasaan pelayan dan pelayan dari penduduk Vraja dham.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s