Berorientasi kepada Pribadinya VS Berorientasi kepada Pelayanan

“Yang harus kita upayakan adalah memotivasi para penyembah melalui bhakti, bukannya menggunakan bhakti sebagai perangkat manajerial. “Anda harus mencintai Krishna.” “Tidakkah Anda mencintai Krishna?” Itu soal rasa bersalah… Cara kita memotivasi adalah utamanya dengan memberi perhatian pada kesejahteraan spiritual mereka, bukannya lebih menekankan pada pelayanan eksternal apa yang bisa mereka lakukan. Dengan kata lain, kedepankanlah orangnya, pribadi orangnya. Jika pribadi orangnya yang kita kedepankan, akan lebih banyak pelayanan yang terkerjakan, sebab orang akan menjadi lebih berdedikasi pada pelayanan yang mereka lakukan. Jika yang kita kedepankan adalah pelayanan, maka orang akan merasa dimanipulasi, dimanfaatkan, dan akhirnya mereka akan kehilangan antusiasme. Prioritas harus ditempatkan dalam perspektif yang benar. Perhatian pertama kita seharusnya adalah pada para Vaisnava ini. Para pemimpin harus memberi perhatian pada para Vaisnavanya, pada kebutuhan mereka, spiritual maupun material. Maka baru orang akan termotivasi, sebab rasa bhakti alamiah mereka akan keluar. Tapi jika motivasi kita lebih kepada memastikan apa yang dapat mereka lakukan, maka itu akan sangat jangka pendek manfaatnya.”

Bir Krishna Goswami

Thought of the Day

We should be attempting to motivate devotees by bhakti, not using bhakti as a managerial tool. “You gotta love Krishna.” “Don’t you love Krishna?” That’s guilt…The way you motivate people, is to be primarily concerned about their spiritual welfare, not so much with what service, external service they can do. In other words, put people first. When you put people first, there is more service being done, people are more dedicated to their service. When you put service first, then people feel manipulated, and ultimately they’ll lose their enthusiasm. You have to put your priorities in the proper perspective. Your first concern has to be the Vaisnavas. Those that are leaders have to have concern for the Vaisnavas, their needs, spiritual and material. And then, people are motivated because their natural sense of devotion will come out. But if we’re primarily motivated by seeing what they can do, then that’s very short-term. (from New Goloka lecture: SB 4.28.23 – December 29, 2011)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s