Abhirama Dasa, Viracandra Prabhu and Nityananda Prabhu

Suatu hari, ketika Sri Nityananda duduk di halaman rumah, Abhirama datang. Dia berteriak dengan lantang sekali, “O saudara terhormat, Balarama,” dan memasuki halaman rumah, mulai tertawa. Sri Nityananda segera bangkit dan memeluknya. Abhirama dengan manis sekali berkata kepada Nityananda, “Aku mendengar bahwa Engkau memiliki seorang putera.  Ijinkan aku melihatnya. Aku ingin menghaturkan sembah sujudku kepadanya.”

“Engkau mengetahui segala hal,” Ujar Nityananda. “Aku tidak mengetahui siapa yang telah datang sebagai putera-Ku.”

baca disini lagi….

Nityananda Prabhu dan Abhirama  berbincang-bincang begitu mendalam satu sama lain dengan bahasa tubuh dan mimik bicara. Penuh cinta kasih sayang, mereka berpeluk bersama dan menangis. Pada saat Vasudha mendengar bahwa ABhirama telah datang, dia berpikir, “Aku tak mengetahui apa rencana Krsna. Aku telah mendengar sebelumnya bahwa setiap arca yang Abhirama haturkan sembah sujud segera retak.”

Bocah Viracandra berbaring di dipan kayu memegang sepotong kain warna-warni di dada, matanya setengah tertutup sehingga nampak bahwa seperti kelopak bunga padma memerangkap lebah-lebah dimalam hari.

24 Abhirama seorang bocah pengembala sapi dari Vraja bernama Sridama. Dia tak terlahir dari kandungan seorang ibu. Dalam badannya yang spiritual dia datang ke Bengal dan membangun ashramanya di Khanakula-krsna-nagara.

Abhirama kedalam dan melihat anak itu tanpa matanya berkedip. Dia merasakan kalau matanya telah diolesi dengan salep nektar.

Pandangan dari anak itu menenangkan seluruh badannya. Anak itu terbaring pada ayunannya yang nampak seperti terbitnya matahari pagi dalam ruangan itu. Dia memiliki hidung mancung dan dahi yang indah. Lengan-lengan-Nya begitu panjang dan dadanya datar. Dua kaki padmanya muncul simbol-simbol yang menunjukkan seorang personalitas agung dan menaklukkan keindahan bulan purnama.

Saat melihat anak itu, Abhirama menjadi sangat bahagia. Dia menuju dekat dengan kaki anak tersebut dan mangaturkan sujud tiga kali. Tuhan dalam rupa seorang anak yang tidur kemudian terbangun dari yoga-nidra-Nya dan mulai tersenyum. Dia mulai menjilat sedikit kaki Nya seperti seorang anak-anak pada umumnya. Abhirama berulang-ulang menghaturkan sujudnya dan kemudian mengelilingi anak tersebut. Dengan kegembiraan yang luar biasa, dia mulai mengucapkan nama suci Sri Hari. Dia memainkan serulingnya dan terompet tanduknya dihadapan anak itu dan kemudian keluar dari ruang tersebut.

Nityananda Prabhu sepenuhnya mempersilahkan Abhirama sebuah tempat duduk. ABhirama dihias dengan sehelai bulu burung merak dan karangan bunga dari manik-manik gunja. Dia mengenakan anting-anting berbentuk seperti ikan hiu dan gelang tipis di pergelangan tangannya. Dia mengenakan sebuah ikat pingang  dengan bel – bel dan gelang kaki di kakinya dengan bel-belnya. Warna kulitnya seperti warna dari bunga ketaki dan dia berbadan kekar. Dia merupakan pengembala sapi sempurna secara kekal, Sridama, putera dari Raja Vrsabhanu, yang sekarang telah muncul  sebagai Abhirama. Dia tinggal di rumah dari Sri Nityananda satu malam dan kemudian dengan penuh gembira berangkat menuju tempat lainnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s