Pasankusa Ekadasi (15/10/2013)

Maharaja Yudhisthira bertanya, “O Madhusudana, apakah nama Ekadasi menjelang purnama pada bulan Asvina (September-Oktober), mohon ceritakan kepada hamba mengenai hal itu.

Tuhan Yang Maha Kuasa, Sri Krishna bersabda, “O raja, dengarkanlah Aku akan jelaskan tentang keagungan Papankusa Ekadasi ini yang menghancurkan semua dosa. Pada hari ini hendaknya orang memuja Arca dari Padmanabha, yang dari pusar Nya keluar bunga padma sesuai dengan aturan dan peraturan. Dengan melaksanakan hal itu seseorang   mencapai kenikmatan-kenikmatan surgawi apapun yang diinginkannya di dunia ini dan pada akhirnya akan mencapai pembebasan. Hanya dengan menyampaikan sembah sujud kehadapan Sri Vishnu pengendara Garuda seorang mencapai hasil yang sama dengan orang yang melaksanakan pertapaan yang berat dalam waktu yang lama, dengan sepenuhnya mengontrol indera-inderanya Walaupun seseorang telah melakukan banyak dosa, dia masih dapat lepas dari Neraka dengan hanya sembah sujud kehadapan Sri Hari yang menghancurkan semua dosa-dosa.

Hasil yang diperoleh dengan pergi ke (empat suci Tirtha-yatra di dunia ini dapat juga dicapai dengan hanya mengucapkan nama suci Sri Vishnu (ekspansi dari Sri Krishna).1 Barang siapa mengucapkan nama-nama suci seperti: Rama, Vishnu, Janardana atau Krishna terutama pada hari Ekadasi tidak akan pernah melihat tempat tinggalnya Dewa Yamaraja. Juga yang melaksanakan puasa pada Papankusa Ekadasi ini tidak pernah akan melihat tempat itu karena sangat Aku sayangi.

Baik Vaisnava yang mengkritik Dewa Siva maupun Saivite (pengikut Dewa Siva) yang mengkritik Aku pastinya kedua-duanya akan pergi ke Neraka. Hasil yang diperoleh dengan melaksanakan 1000 xi korban kuda dan 100 x Raja Suya tidak akan sama dengan 1/16 dari hasil yang diperoleh oleh orang yang melaksanakan puasa pada Ekadasi ini. Tidak ada hasil yang lebih tinggi yang dapat diperoleh seseorang dari hasil yang didapat dari melaksanakan puasa Ekadasi. Sesungguhnya tak ada satupun di ketiga dunia ini yang dapat menyucikan dosa seseorang seperti Ekadasi ini, hari dari pada Sri Padmanabha.

O raja, bila seorang melaksanakan puasa pada hari dari Sri Padmanabha yang bernama Papankusa Ekadasi dia akan tetap berdosa dan reaksi dari pada dosa-dosanya yang dahulu tidak akan pernah meninggalkannya, tidak ada hasil di ketiga dunia ini yang menyamai hasil yang diperoleh dengan melaksanakan puasa pada hari Ekadasi ini. Barang siapa yang melaksanakannya dengan penuh keyakinan, tidak akan pernah melihal kepribadian kematian (Dewa Yamaraja). Seorang yang menginginkan kebebasan, surga, kesehatan yang baik, wanita cantik, kekayaan, dan biji-bijian hendaknya berpuasa pada Ekadasi ini. O raja, baik Gangga, Gaya, Kasi, Puskara, bahkan juga Kuruksetra tidak dapat mengkaruniai seperti halnya Papankusa Ekadasi ini.

O Yudhisthira pelindung dunia ini, setelah melaksanakan Ekadasi siang hari, para penyembah hendaknya tetap terjaga pada malam harinya, dengan melaksanakan hal itu dengan mudah dia bisa mencapai empat tinggal Sri Vishnu. Sepuluh generasi dari leluhur ibunya, dan sepuluh generasi leluhur ayahnya, dan sepuluh generasi dari istrinya seluruhnya dibebaskan dengan hanya melaksanakan puasa pada hari Ekadasi ini. Semua leluhur memakai pakaian yang kuning, kalungan bunga yang indah, mereka pergi ke dunia rohani dengan mengendarai burung Garuda, musuh dari ular-ular. Inilah karunia untuk bhakta-Ku yang diperoleh dengan hanya melaksanakan puasa pada Papankusa Ekadasi sepenuhnya.

“O raja yang baik, apakah dia anak-anak, orang muda, orang tua, dari puasa Papankusa Ekadasi akan membebaskannya dari dosa-dosa, dan menjadikannya terhindar dari penderitaan karena kelahiran neraka. Siapapun berpuasa pada hari Ekadasi ini akan terbebaskan dari segala dosanya dan kembali ke tempat tinggal “Sri Hari”. Siapapun mempuniakan emas, biji wijen, tanah yang subur, sapi, biji-bijian, air minum, payung atau (sepasang sepatu pada hari yang amat suci ini tak akan pernah mengunjungi tempat tinggal Yamaraja, yang selalu menghukum para pendosa. Tapi bila penduduk bumi ini gagal melaksanakan kegiatan-kegiatan rohani, khususnya gagal melaksanakan puasa pada hari suci, seperti Ekadasi, nafasnya dikatakan tidak lebih baik daripada hembusan pompa dari tukang besi.

“O yang terbaik di antara raja, khususnya pada Papankusa Ekadasi, bahkan orang yang miskin hendaknya mandi dahulu dan memberikan punia serta melaksanakan kegiatan-kegiatan saleh lainnya sesuai dengan kemampuannya.

Siapapun melaksanakan korban atau membangun kolam umum, tempat peristirahatan, kebun-kebun dan rumah-rumah tidak akan menderita akibat hukuman Yamaraja.

Sesungguhnya seseorang sebaiknya mengerti (menyadari) bahwa dia harus telah melaksanakan kegiatan yang saleh seperti itu dalam kehidupannya yang lalu bila ia menginginkan umur yang panjang, kekayaan, kelahiran yang terhormat, atau bebas dari segala penyakit. Tapi seseorang yang melaksanakan Papankusa Ekadasi pergi ke tempat tinggal Tuhan Yang Mana Esa.

Sri Krishna menyimpulkan, “Jadi, o Yudhisthira yang saleh, Aku telah uraikan kepadamu keagungan dari Papankusa Ekadasi. Silahkan bertanya lagi, bila anda ingin tahu lebih banyak tentang Ekadasi.

Dengan demikian, berakhirlah uraian tentang keagungan Papankusa Ekadasi atau Asvina-sukla Ekadasi, yang dikutip dari Brahma-Vaivarta Purana.

 

Catatan

  1. Menurut kitab suci Srimad-Bhagavatam, Visnu adalah purusa inkarnasi kelipatan empat dari Tuhan Sri Krishna.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s