INDIRA EKADASI ( 1 Oktober 2013)

Maharaja Yudhisthira berkata. “O Madhusudana, O pembunuh raksasa Madhu, apakah nama Ekadasi yang terjadi menjelang bulan mati pada bulan Asvjna (September-Oktober). Silahkan uraikan kebesaran Ekadasi tersebut kepada hamba”

Tuhan Yang Maha Esa, Sri Krishna menjawab, “Hari yang suci ini disebut Indira Ekadasi. Bila seseorang puasa pada hari ini, semua dosa-dosanya akan dikurangi dan semua leluhurnya yang telah jatuh ke neraka dibebaskan. O yang terbaik di antara raja-raja. Seseorang yang hanya mendengar tentang Ekadasi ini memperoleh hasil yang sangat besar yang sama dengan yang diperoleh dengan melaksanakan korban suci kuda (Asvameda yajna).

“Pada Satya-yuga hiduplah seorang raja yang bernama Indrasena; dia sangat kuat sekali dan dapat menghancurkan semua musuh-musuhnya. Kerajaannya bernama Mahismati-puri. Raja Indrasena yang saleh dan mulia memelihara rakyatnya dengan sangat baik sekali, karena itu dia memiliki kekayaan dalam bentuk emas, biji-bijian, putra-putri, dan cucu-cucu. Beliau juga adalah penyembah dan pemuja Sri Vishnu yang tekun. Khususnya dia sangat berpuas hati dengan mengucapkan nama-Ku, dengan memanggil “Govinda! Govinda!” Dengan jalan ini Raja Indrasena secara sistematis membhaktikan dirinya dalam kehidupan rohani yang murni dan menggunakan waktu yang cukup banyak dalam bermeditasi kepada Kebenaran Mutlak.

Pada suatu hari, raja Indrasena dengan senang hati dan penuh kedamaian menghormati para hadirin, terlihat Narada Muni sebagai pembicara (orator) yang sempurna, muncul dari angkasa. Sang raja bersujud mempersembahkan rasa hormat yang dalam dengan cara menghormati beliau dengan tangan tercakup mempersembahkan beliau masuk ke dalam istana, mempersembahkan vyasasana (tempat duduk yang baik), mencuci kakinya dan mengucapkan kata-kata yang manis sebagai ucapan selamat datang kepada Devarsi Narada. Kemudian Narada Muni berkata kepada Maharaja Indrasena, “O sang raja apakah ketujuh cabang kerajaan anda sejahtera? 1 Apakah anda tekun berpikir tentang bagaimana anda dapat melaksanakan kewajiban anda dengan tepat? Apakah anda menjadi semakin tekun dalam berbhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa, Sri Vishnu?

“Sang Raja menjawab, “O yang paling agung di antara para resi, berkah karunia anda segala sesuatu berjalan dengan baik. Dengan kehadiran anda pada hari ini, semua yajna di dalam kerajaan hamba berhasil dengan baik! Mohon memperlihatkan karunia anda dan menjelaskan alasan atas kunjungan anda ke sini kepada hamba.

Kemudian Sri Narada, resi di antara para dewa berkata. “O Singa di antara raja-raja, dengarkanlah kata-kataku yang sangat mengejutkan. Pada saat aku turun dari Brahmaloka ke Yamaloka, Dewa Yama menghormatiku dengan sangat baik sekali dan mempersembahkan tempat duduk yang sangat luar biasa kepadaku. Sebagaimana aku memuji kejujurannya dan pelayanan yang luar biasa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Aku melihat bahwa ayahmu di Yamaloka, sebagai salah satu penghuni neraka, aku mengerti bahwa dia sangat saleh, tetapi karena dia telah membuka Ekadasi sebelum waktunya, dia harus masuk neraka (Yamaloka). Ayahmu telah berpesan kepadaku. Dia berkata, di Mahismati hidup seorang raja yang bernama Indrasena. Mohon menceritakan keadaanku di sini kepadanya yaitu bahwa karena dosa-dosaku yang lampau entah bagaimana aku telah dipaksa untuk tinggal dalam kerajaan Yamaraja. Mohon menyampaikan pesanku ini kepadanya: “O putraku mohon sudilah kiranya melaksanakan puasa pada Indira Ekadasi dan berdana punia yajna banyak sehingga saya dapat naik tingkat ke surga loka.”2

Narada Muni selanjutnya berkata, “O sang raja, aku lelah datang kepadamu, hanya untuk menyampaikan pesan ini kepadamu. Anda hendaknya menolong ayah anda dengan mengikuti puasa pada Indira Ekadasi dan hasil yang anda peroleh, ayah anda akan pergi ke surga loka.”

Raja Indrasena berkata, “O Naradaji yang agung, mohon berkarunia kepadaku; dan menceritakan bagaimana caranya melaksanakan puasa Indira Ekadasi yang khusus ini, dan juga mohon beritahukan kepada hamba pada hari dan bulan apa Ekadasi tersebut muncul.”

Narada Muni menjawab, “O sang raja, dengarkanlah penjelasanku kepadamu, proses yang tepat untuk mengikuti puasa Indira Ekadasi. Ekadasi ini jatuh pada hari kesebelas menjelang bulan mati pada bulan Asvina. Pada hari kesepuluh (Dasami), sehari menjelang Ekadasi, bangunlah pagi-pagi sekali mandi, dan kemudian lakukanlah sebanyak mungkin pelayanan dengan penuh keyakinan kepada Tuhan. Pada siang hari mandi pada air yang mengalir dan selanjutnya mempersembahkan makanan kepada leluhur anda dengan penuh bhakti dan keyakinan. Pastikan diri, untuk tidak makan lebih dari satu kali pada hari ini, dan pada malam hari tidur di lantai.

“Pada waktu bangun pagi di hari Ekadasi bersihkanlah mulut dan gigimu dengan baik selanjutnya dengan penuh cinta bhakti yang dalam kepada Tuhan berjanjilah sebagai berikut: “Hari ini hamba akan puasa penuh dan meninggalkan segala jenis kenikmatan indera. “O Personalitas Tuhan Yang Maha Esa yang mata-Nya bagaikan bunga padma. O satu-satunya yang kekal, mohon memberikan perlindungan kepada hamba pada kaki padma Anda.” Pada siang harinya, berdirilah dihadapan  Arca Salagrama-Sila3 dan puja Arca tersebut dengan penuh bhakti, ikuti segala aturan dan peraturan; kemudian lakukan persembahan kepada leluhurmu. selanjutnya, berikan makanan kepada para brahmana yang berkualifikasi dan persembahkan kepada mereka beberapa derma menurut kemampuan mu. Sekarang ambillah persembahan makanan yang kamu persembahkan kepada leluhurmu, ciumlah, dan kemudian persembahkan makanan itu kepada seekor sapi. Selanjutnya puja Tuhan Hriskesa dengan dupa dan bunga-bunga, dan terakhir tetap terjaga sepanjang malam di dekat Arca Sri Kesava.

Pagi-pagi pada hari berikutnya, Dvadasi, puja Sri Hari dengan penuh cinta-bhakti dan undanglah para brahmana untuk suatu festival mewah dan berikan makanan kepada semua keluargamu, dan terakhir hendaknya kamu makan dengan tenang. O sang raja, bila anda mengikuti puasa pada Indira Ekadasi dengan tepat sekali dan dengan jalan ini mengendalikan indera-indera sepenuhnya, ayah anda pasti akan naik ke tempat Sri Vishnu.” Setelah berkata demikian Devarsi Narada segera menghilang.

Raja Indrasena mengikuti semua petunjuk-petunjuk resi tersebut dengan sempurna, melaksanakan puasa bersama keluarga dan pelayan-pelayannya. Pada saat dia berbuka puasa pada hari Dvadasi, maka jatuhlah bunga-bunga dari angkasa. Sementara hasil yang diperoleh Indrasena dengan cara melaksanakan puasa tersebut telah dapat membebaskan ayahnya dari kerajaan Yamaraja dan menyebabkan dia memperoleh badan rohani yang sempurna. Bahkan Indrasena dapat melihat ayahnya terbang menuju tempat Sri Hari di atas punggung Garuda. Indrasena sendiri berhasil memimpin kerajaannya tanpa suatu kesulitan, dan pada saatnya dia mewariskan kerajaannya kepada putranya dan dia sendiri juga pergi ke Vaikuntha.

“O Yudhisthira, demikianlah kemuliaan dari Indira Ekadasi ini, yang jatuh pada hari kesebelas menjelang bulan mati dari bulan Asvina. Siapapun yang mendengar ataupun membaca cerita ini pasti menikmati kehidupan yang bahagia di dunia ini, dibebaskan dari dosa-dosanya yang lampau, dan pada waktu meninggal kembali pulang ke dunia Tuhan Yang Maha Esa, di mana dia hidup kekal”.

Dengan demikian berakhirlah cerita tentang kemuliaan dari Asvina-Krishna Ekadasi, atau Indira Ekadasi, dari Brahma-Vaivarta Purana.

Catatan

  1. Tujuh anggota badan dari kekuasaan seorang raja adalah raja itu sendiri, para menteri, kekayaannya, kekuatan militernya, musuhnya, para brahmana, korban suci yang dilaksanakan dikerajaannya, dan yang diperlukan oleh masyarakatnya.
  2. Setiap mahluk hidup adalah suatu individual, dan secara individual setiap orang telah mempraktekkan kesadaran Krishna untuk pulang kembali kepada Tuhan. Seperti yang dinyatakan dalam Garuda Purana, seorang yang menderita di neraka tidak bisa mempraktekkan kesadaran Krishna, karena itu diperlukan beberapa mental yang damai, dimana penyiksaan yang terjadi di neraka itu yang menyebabkan tidak mungkin. Jika seorang saudara dari seorang pendosa menderita di neraka memberikan beberapa derma atas nama pendosa itu, dia bisa melepaskan keadaan neraka dan masuk ke planet-planet surga. Tapi jika saudara pendosa itu melaksanakan puasa Ekadasi ini untuk penderitaan sanak keluarganya, sanak keluarganya pergi langsung ke dunia rohani, seperti yang dinyatakan dalam bab ini.
  3. Sri Salagrama-sila adalah Arca Sri Visnu dalam wujud yang halus/licin, melingkar, batu gelap. Penyembah memuja Beliau untuk menerima pembebasan. Salagrama-sila yang asli di jelaskan dalam Padma Purana, Uttara Khanda.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s