Varsana Dhama Istana Sri Radharani

Varsana adalah tempat di mana Våsabhanu, ayah Srimati Radharani, bersama istrinya Kirtida devi bertempat tinggal setelah pindah dari Rawal, tempat tinggal mereka di seberang sungai Yamunä dari Mathurä. Ketika Nanda Maharäja pindah dari Gokul ke Nanda gaon, Våsabhanu juga berpindah dari Raval ke Varsana. Istana ini terletak di atas bukit Brahma Giri. Brahma Giri adalah Dewa Brahma sendiri yang datang ke Vraja dan mengambil bentuk sebagai sebuah bukit untuk melayani Krishna dan para penyembahNya. Kisah ini diuraikan di dalam Padma Purana, dimana Deva Brahma ingin melayani Radha dan Krishna di Vraja. Brahma Giri terdiri dari empat puncak yang merupakan empat kepala Dewa Brahma. Jadi Rumah dimana Srimati Radharani tinggal adalah di atas salah satu dari kepala Dewa Brahma yaitu kepala depan Deva Brahma. Varsana memiliki arena parikrama sepanjang + 7 KM, yang  memerlukan waktu  sekitar 2 jam untuk melakukan parikrama. Varsana terletak + 47 KM ke arah barat laut dari Vrndavan. Dengan taxi, kita bisa sampai di tempat ini dalam jangka waktu 1.5 jam.

1. Sankari khor

Dekat dengan terminal kendaraan umum, kita akan melihat tangga yang menuju ke temple utama, namun  untuk melakukan parikrama, kita harus jalan terus di sini. Dalam parikrama, setelah melewati pasar kecil dan perumahan penduduk lokal, kita akan sampai ke tempat yang di sebut dengan “Sakara Gully ( Sakari kor)”. “Sakara” berarti sempit. Sakara gully berarti jalan setapak( jalan sempit). Tempat ini terletak di antara puncak di mana rumah Radharani berada dengan salah satu dari ke empat puncak Brahmagiri. Para gopi biasanya lewat jalan ini saat membawa susu produk untuk di jual. Sri Krishna dan para gopa yang lain sering menghadang para gopi di tempat ini untuk mempermainkan para gopi dengan memintai pajak jalan. Ketika para gopi menolak untuk membayar pajak, Sri Vrajendra nandana, Krishna, mengambil bongkahan batu dan melempari pot yang terbuat dari tanah yang berisi produk susu yang dibawa oleh para Gopi. Kita masih bisa melihat beberapa pecahan pot tanah tersebut di tempat ini namun sudah mengeras atau membatu.

Kegiatan mungut pajak di Varsana

Seperti biasanya, Krishna selalu berusaha untuk menikmati bersama para penduduk Vraja dalam berbagai aktivitas. Suatu hari, Krishna ingin mempermainkan para gopi yang sedang membawa produk susu mereka di daerah yang di sebut Sankari khor, jalan sempit di atas bukit Brahmagiri di Varsana. Krishna tahu bahwa para gopi akan lewat di tempat ini setiap hari membawa susu produk mereka sehingga Krishna bersama teman-teman gembala sapiNya menungu mereka di tempat ini. Karena tempat ini merupakan tempat yang sangat sempit dan lebih lebih merupakan perbukitan, maka para gopi akan kesulitan untuk berjalan di tempat ini. Ketika para gopi tiba di tempat ini membawa produk susu sapi di dalam pot yang mereka bawa, Krishna menghadang mereka tepat berdiri di depan para gopi. Menghalangi mereka di jalan yang sempit yang berbatu tersebut, para gembala sapi menuntut pajak toll karena mereka lewat di jalan itu setiap hari. Hey, gadis-gadis penyelundup! Sapa para gembala sapi, Kalian melewati jalan ini setiap hari dan tidak pernah membayar pajak kepada Brajendra Nandana, Krishna, yang merupakan pangeran di tanah Vraja. Hari ini kalian tidak akan bisa lolos dari kami. Kalian harus membayar pajak toll untuk lewat disini.

”Kami tidak mempunyai uang untuk membayar pajak tall” Srimati Radharani menyahut.

Membalas kalimat bunga hati-Nya, Sri Krishna melantunkan kalimat dengan manis” terus!! Apa yang kamu miliki untuk membayar pajak?

Sambil menikmati senda gurauan Krishna, para gopi menjawab” kami penjual susu yang sangat miskin jadi kami hanya punya yogurt dan mentega ini”.

”nah, kalian bisa berikan itu sebagai pajak kan? Sahut Krishna.

Gopi menjawab : tetapi kami harus membawa barang ini ke desa seberang untuk yajïa, jadi kami ngak bisa memberikan ini kepadaMu”

 ”kalau begitu, kalian harus mengambil jalan lain, dan jangan lewat di jalan ini” jawab Krishna.” Karena ini jalan tol, setiap orang yang lewat mesti membayar pajak tol” Krishna melanjutkan.

 Gopi menjawab : kami tidak bisa lewat di jalan selain jalan ini.  Karena ini adalah satu satunya jalan untuk menuju ke desa seberang.

Pembicaraan antara para gopi dengan gopa berlangsung beberapa saat sambil Krishna dan Rädharani menikmati senda gurauan satu sama lain. Akhirnya Srimaté Radhika, memaksa untuk melanjutkan perjalanan tanpa menghiraukan Krishna dan gembala sapi lainnya. Namun Krishna dan teman-temanNya memaksa mereka untuk kembali dengan menghadang mereka di depan jalan sempit tersebut. Namun karena para gadis memaksakan diri, akhirnya Krishna mulai melempari pot tanah yang di bawa oleh para gopi, khususnya yang dibawa oleh Sri Radha, yang berisi produk susu sehingga pot-pot tersebut pecah. Ketika  yogurt dan mentega berjatuhan di atas batu, Krishna dan para gembala sapi lainnya mengambil mentega dan yougurt tersebut dan mulai memakannya. Dengan demikian, Krishna menikmati kegiatanNya dengan mempermainkan para gopi di tempat ini.

   Jaya Sri Sri Radha Krishna

2. Chiksoli

Setelah menyebrangi sakhari khor, kita akan sampai ke sebuah desa dimana Srimaté Citra Devé dilahirkan. Desa ini dikenal dengan nama Chiksoli.

 3. Dohani Kunda dan Bihar Kunda

            Donahi Kunda adalah tempat dimana biasanya sapi-sapi diperah susunya oleh para gembala sapi di Varsana. Dohani berarti memerah susu. Radha dan Krishna sering bermain di dekat kunda ini.

            Bihara Kunda adalah tempat dimana Radha Krishna bertemu satu sama lain. Kedua kunda ini terletak dekat dengan Caksholi.

 4. Maan mandir

            Suatu hari Srimati Radhika merasa tidak dihiraukan oleh Sri Krishna sehingga Beliau menunjukan rasa marah Beliau. Maan berarti marah. Tempat ini merupakan tempat untuk mengingat kegiatan Rädharané marah kepada kekasihnya, Krishna. Maan mandir terletak di Maan garha, salah satu dari puncak Brahma-giri. Di tempat inilah Sri Radhika memperlihatkan amarahnya kepada Krishna.

 5. Mayur kutir

            Mayur atau juga disebut Mor berarti burung merak. Suatu hari Srimaté Rädharané merasa kesal karena Beliau menganggap bahwa di daerah ini tidak ada burung merak yang indah sedangkan Beliau berkeinginan melihat tarian merak. Mengerti keinginan Srimaté Rädharané, Sri Krishna muncul dengan berpakaian seperti burung merak dan mulai menari di depan Srimaté Radhika. Dengan demikian Sri Radha menjadi puas.

            Di Mayur kutir ini, ada seorang Gaudia Vaisnava yang dalam kondisi buta melakukan bhajananya beberapa tahun yang lalu. Suatu hari di dalam samadhinya, dia mendapat darsan Sri Radha Krishna yang sedang menari dimana mereka berpakaian seperti burung merak. Namun setelah beberapa saat, penyembah ini terbangun dan tidak bisa melihat kegiatan ini meskipun beliau berusaha untuk bermeditasi lagi. Karena hal ini, beliau mulai menangis dan berdoa kepada Sri Sri Radha Krishna untuk memberikan kesempatan untuk darsan pada tarian tersebut. Suatu malam, Sri Radhika datang didalam mimpi penyembah ini dan menyuruh beliau untuk mulai melukis bentuk yang dia lihat di dalam samadhi tadinya. Penyembah ini memberitahukan kepada Sri Radhika bahwa dia bukanlah seorang pelukis dan lebih dari itu, dia dalam keadaan buta, jadi mustahil untuk dia melukis bentuk yang dia lihat di dalam samadhi. Namun Sri Radha menegaskan kembali kepada penyembah tersebut untuk memulai mengumpulkan alat-alat untuk melukis dan mulai melukis sesegera mungkin. Dan Srimati Radharani juga meyakinkan penyembah tersebut bahwa Beliau akan mengatur segalanya. Setelah penyembah ini terbangun, beliau merasa sangat bahagia dan mulai untuk menjalankan perintah Sri Radhika. Akhirnya, setelah semua bahan untuk melukis terkumpul, beliau mulai melukis dan hanya mengikuti gerakan tangannya. Akhirnya setelah lukisan itu selesai, ternyata, beliau berhasil melukis bentuk Radha-Krishna sesuai dengan lélä yang beliau saksikan di dalam samadhi. Lukisan ini masih disimpan di Mayur kutir sampai sekarang dan siapapun yang berkunjung ketempat ini akan mendapat kesempatan untuk darsan pada lukisan ini asalkan kunjungan itu pas pada jam darsan.

Jay Sri Radha Krishna

 6. Dana mal

            Setelah darsan di Mayur kutir, kita akan melanjutkan perjalanan mengikuti jalan parikrama di atas bukit Brahma giri. Setelah beberpa meter kita akan sampai di sebuah tempat bernama Dan mal. Ini adalah tempat dimana para gopi mengayunkan Sri Sri Radha Krishna. Ada sebuah kuil ditempat ini, bernama Sri Dana-Bihari ji.Dan berarti sedekah. Ada seorang brahmana yang sangat miskin yang mempunyai seorang putri yang harus dinikahkan. Namun karena kemiskinan brahmana ini, dia tidak punya harta benda sama sekali untuk memberikan mas kawin untuk menikahkan putrinya. Suatu hari istri brahmana ini mengirim dia untuk meminta minta sesuatu untuk mengawinkan putrinya dan istrinya menegaskan agar dia tidak kembali sebelum mendapatkan harta secukupnya untuk dijadikan mas kawain. Karena mengingat tangung jawabnya sebagai orang tua, brahmana ini memutuskan untuk meminta sedekah untuk menikahkan putrinnya. Akhirnya, brahmana ini menemui Krishna di tempat ini dan meminta sedekah kepada Krishna. “namo brahmaëya-deväya go-brähmaëa-hitäya ca”, Krishna yang mempunyai kasih sayang kepada brahmana dan para sapi, mengatur segala sesuatunya agar brahmana ini mendapatkan perhiasan emas seberat Sri Radha. Karena itu Krsna yang dipuja di tempat ini dikenal dengan nama Dan Bihari ji  Jay Sri Radha  Dana Bihari ji

 8. Jaypur Mandir ( Kushal Bihari ji mandir)

            Sekitar 50 meter dari Dan mal, ada sebuah kuil besar yang dibangun oleh raja dari Jayapur untuk mengingat kegiatan Radha Krishna di daerah ini. Kuil ini dikenal dengan nama Jayapur mandir karena bangunan ini di bangun seperti bangunan traditional di Jayapur.

 9. Istana Sri Våsbahanu ( larily lal mandir )

            Istana Sri Våsabhanu terletak di atas kepala depan Deva Brahma yang merupakan salah satu puncak Brahma giri. Kuil ini merupakan kuil utama di Varsana dan merupakan kuil yang sangat megah sekali. Di sini arca Sri Sri Radha Krishna dipuja yang merupakan arca yang dinstall oleh Sri Vajranabha. Larily lal berarti “yang tercinta” jadi karena ini adalah tempat Sri Radha, maka tempat ini adalah tempat yang sangat di cintai oleh Sri Krishna. Dari kuil ini, kita bisa melihat pemandangan desa yang sangat indah. Kita bisa melihat hampir seluruh daerah Varsana yang terdiri dari bangunan terbuat dari batu bata dari depan kuil ini. Rumah-rumah penduduk kebanyakan menggunakan cat rumah berwarna biru langit dan ini akan mengingatkan kita dengan Krishna yang warna badannya kebiru-biruan.

            Di dalam areal kuil, ada banyak lukisan-lukisan Krishna melakukan lélä bersama para gopé yang  terlukis di tembok kuil. Dekat dengan kuil utama ini, saat kita mau meninggalkan kuil utama ini, setelah melewati beberapa tangga turun dari puncak bukit, dipertengahan perjalanan, di sebelah kanan, kita akan menemukan sebuah kuil yang merupakan tempat di mana kakek dan nenek Sri Radha, orang tua Våsabhanu, tinggal. Saat ini di kuil ini kita bisa darsan pada murti dari kedua orang tua Våsabhanu.

Radharani ki jay Maharani ki jay   Våsabhanu dulal la kijay jay jay..

Jay Sri radha Krishna Ki jay Sri Varsana Rané Ki jay

 10. Pila Pokhara       

            Pokhara berarti kolam, Pila Pokhara adalah sebuah kunda (kolam) dimana Sri Radhika mencuci tangan Beliau yang terhiasi dengan serbuk kunyit. Ibu Yäsodä sangat menyayangi Sri  Radha dan beliau menginginkan Sri  Radha menikah dengan putranya Sri  Krishna. Suatu hari ketika Sri Radha datang ke Nanda grama seperti biasa, Ibu Yäsodä menghiasi tangan Srimaté Rädharané dengan kunyit. Ini merupakan suatu tradisi di India, khusunya di Vraja bumi, bahwa kalau seorang ayah atau ibu setuju untuk menikahkan anaknya dengan seorang gadis, persetujuan ini akan diperlihatkan secara formalitas dengan menghiasi tangan si gadis yang akan menjadi menantu mereka dengan kunyit. Sri Radha merasa sangat malu karena tanganya dihiasai dengan kunyit dan Beliau segera pulang dan mencuci tangannya di tempat ini. Begitu Beliau mencuci tanganya, warna kolam berubah menjadi kekuning-kuningan.

            Pila Pokhara terletak di lembah bukit Brahma Giri dekat dengan areal parkir. Hampir semua penduduk setempat mengetahui tempat ini.

 11. Prema Sarovara  

            Prema sarovar terletak diantara Nanda Gram dan Varsana. Prema berarti “cinta” dan sarovara berarti kolam. Suatu hari Sri Krishna dan Sri Radha sedang duduk bersama di tempat ini. Tiba-tiba ada seekor lebah madu berterbangan mengelilingi mereka. Krishna merasa tergangu oleh Lebah madu ini dan meminta temannya untuk mengusir lebah ini. Setelah teman Krishna ini berhasil mengusir lebah madu tersebut, dia berteriak “Madu telah pergi”. Madu berarti lebah madu. Krishna juga kadang kadang dikenal dengan nama “Madhu”. Jadi ketika Sri Rädhika mendengar bahwa madu telah pergi, meskipun Beliau sedang duduk bersama Sri Krishna, Beliau berangapan bahwa Krishna telah pergi dari tempat itu. Karena itu Sri Radha merasakan perpisahan yang sangat dalam dari Sri Krishna dan mulai menanggis. Ketika Sri Krishna melihat Sri Radha menangis, Krishna juga mulai merasa sedih melihat kekasih tercintanya menangis. Air mata dari tangisan Sri Sri Radha Krishna mengalir dan membentuk sebuah kunda di tempat ini. Karena itu tempat ini di sebut dengan Prema Sarovara.

            Kadang-kadang Krishna juga mengembalakan sapi di daerah ini dan suatu hari para sapi menjadi sangat haus dan Krishna menancabkan seruling Beliau di tanah sehingga membentuk sebuah kolam untuk sapi meminum air. Jadi Prema Sarovara ini merupakan kombinasi dari dua kegiatan Krishna tersebut. Selain itu, Radha Krishna melakukan banyak kegiatan Beliau di sini karena tempat ini berada diantara desa mereka masing-masing.

            Kunda ini merupakan kunda yang sangat indah dan luas. Prema Sarovara terletak agak sedikit masuk kedalam dari jalan raya. Tapi tidak sulit untuk menemukan tempat ini karena ada pelang besar yang terpapang di jalan raya, menunjukkan “ PREMA SAROVA”.


 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s