Kesucian Sapi Dalam Veda

Secara fisik dan material, sapi sungguh bermanfaat bagi sang manusia. Sapi betina menghasilkan susu dan sapi jantan membajak sawah/ladang dan menghasilkan padi, jagung, kedelai dan berbagai biji-bijian lain serta sayur-mayur. Karena itu, kata Veda,”Gour me mata vrsabhah pita me, sapi betina adalah ibu kita dan sapi jantan adalah ayah kita” (Rg Veda dan Mahabharata Anussasana-Parva section LXXVI).

Veda Smrti menyebutkan bahwa sapi adalah salah satu dari 7 (tujuh) ibu kita. Dikatakan Atma mata guroh patni brahmani raja patnika dhenur dhatri tatha phrtvi saptaita matarah smrtah, istri guru kerohanian, istri brahmana, istri raja, perawat, bhumi, sapi dan ibu kandung adalah tujuh ibu yang patut dihormati”.

Oleh karena sapi adalah ibu dan ayah kita, maka Veda melarang keras orang membunuh sapi. “Gam ma hinsih, jangan menyembelih sapi (Yajur Veda 13.42). Ma gamanagama-1 ditum vadhista, jangan membunuh sapi (Rg Veda 8.11.15)” Disini sapi disebut anaga, ia yang tidak berdosa. Dan aditim, ia yang tidak boleh dilukai. Ini berarti, “Jangan membunuh sapi yang sama-sekali tidak berdosa”.


 

BENTUK UNIVERSAL SAPI (DARI ATHARVA-VEDA 9/7/1 SAMPAI 26)

( Penjelasan dari gambar Sapi atau Gomata )

 

“Semua deva tinggal di dalam badan sapi. Prajapati dan Paramesthi di tanduk-tanduk mereka. Indra adalah kepalanya, Agni adalah dahinya dan Yamaraja adalah tenggorokan. Raja semua bintang (Bulan) adalah otaknya, Dyuloka adalah rahang atasnya dan Bhumi adalah rahang bawahnya. Halilintar adalah lidahnya, para Marut adalah gigi-giginya, bintang Revati adalah tenggorokannya, bintang Krttika adalah bahunya dan musim panas adalah tulang bahunya. Vayu adalah anggota-anggota badannya, tempat tinggalnya adalah surga dan Rudra adalah tulang belakangnya.”

“Burung elang adalah dadanya, langit adalah kekuatannya, Brhaspati adalah punuknya dan chanda yang dikenal Brhati adalah tulang-tulang dadanya. Wanita-wanita di surga adalah punggungnya dan pelayan-pelayan dari wanita-wanita di surga adalah rangka rusuknya. Mitra dan Varuna adalah pundak-pundaknya, Tvasta dan Aryama adalah tangan-tangannya dan Mahadeva adalah lengan-lengannya. Istri deva Indra adalah bagian punggungnya, Vayu adalah ekornya dan Pavamana adalah bulu-bulu tubuhnya. Para Brahmana dan Ksatriya adalah kantong susunya dan Bala adalah paha-pahanya. Brahma dan Deva Matahari adalah kedua lututnya, para Gandharva adalah otot-otot betisnya, para Apsara adalah tulang-tulang kecilnya dan Aditi (ibu para deva) adalah kuku-kukunya.”

“Pikiran adalah jantungnya, kecerdasan adalah perutnya dan sumpah adalah urat darah halusnya. Rasa lapar adalah perutnya, Saraswati adakah usus-ususnya dan gunung-gunung adalah bagian-bagian dalamnya. Rasa mar ah adalah ginjalnya, rasa sedih adalah uterusnya dan rakyat adalah bagian-bagian reproduktifnya. Sungai adalah rahimnya, musim hujan adalah kantong susunya dan awan adalah puting-putingnya. Energi universal adalah kulitnya dan bintang-bintang adalah kecantikannya. Para deva adalah bagian-bagian pribadinya, umat manusia adalah usus-ususnya dan para yaksa adalah perutnya. Para raksasa adalah darahnya dan makhluk hidup lainnya adalah perutnya. Langit adalah lemaknya dan kematian adalah sumsum tulangnya.” “Ketika sapi duduk, dia adalah bentuk Agni. Ketika dia berdiri, dia adalah bentuk Asvini Kumara. Ketika dia berdiri menghadap timur, dia adalah Indra dan ketika dia berdiri menghadap selatan, dia adalah Yamaraja. Ketika dia berdiri menghadap barat, dia adalah Brahma dan ketika dia menghadap utara, dia adalah deva matahari. Ketika makan rumput, dia adalah bentuk dari bulan, dan ketika memandang, dia adalah deva Mitra. Ketika berputar, dia adalah kebahagiaan. Ketika dia dalam wujud seekor sapi jantan, menarikgerobak maupun bajak, dia adalah Visvadeva. Ketika membajak, dia adalah Prajapati dan ketika dibiarkan lepas, dia adalah segalanya. Inilah bentuk universal sapi. Orang yang dengan baik memahami bentuk universal sapi ini memiliki berbagai jenis binatang peliharaan. Brhat Parasara-smrti (5.34 – 41) menyatakan: “Deva Brahma tinggal pada akar tanduk-tanduk sapi dan Sri Narayana tinggal pada bagian tengahnya. Pada bagian ujungnya bertempat Deva Siva. Dengan cara seperti ini ketiga kepribadian tersebut tinggal pada tanduk-tanduk sapi. Semua tempat suci terletak pada bagian depan tanduknya. Sesungguhnya semua deva tinggal dalam tubuh sapi.”

“Devi Parvati tinggal pada dahinya. Kartikeya tinggal di hidungnya dan pada dua telinganya adalah tempat tinggal dua Naga yang bernama Kambala dan Asvatara. Pada mata kanan sapi Surabhi bertempat tinggal deva Matahari dan pada mata kirinya bertempat tinggal Deva Bulan. Pada gigi-giginya adalah tempat tinggal delapan Vasu dan pada lidahnya bertempat tinggal Deva Varuna. Devi Sarasvati tinggal pada suaranya. Yama dan Yaksa tinggal di dua pipinya. Para rsi tinggal pada pori-pori tubuhnya dan sungai Gangga yang suci adalah air kencingnya. Yamuna tinggal di tahinya.” “Dua ratus delapan puluh juta deva tinggal pada pori-pori kulitnya. Agni tinggal pada perutnya dan Daksin Agni pada jantungnya. Ahavaniya Agni pada mulutnya dan pada rusuknya adalah tempat tinggal Sabhya Agni dan Avasathya Agni. Dengan demikian, orang yang memahami bahwa semua deva tinggal pada badan sapi sehingga tidak memperlihatkan sikap marah terhadap sapi bisa mencapai kemewahan dan tempat tinggal di surga.” Padma Purana, Sristi Khanda (57.156 – 165) menyatakan: “Seluruh kesusastraan Veda tinggal di dalam mulut sapi. Pada tanduk-tanduknya Sri Visnu dan Sankara. Kartikeya tinggal pada perutnya, Brahma pada kepalanya, Mahadeva pada dahinya, Indra pada ujung tanduknya, Asvini Kumara pada dua telinganya, matahari dan bulan pada kedua matanya dan Garuda pada gigi-giginya. Devi Sarasvati pada lidahnya, semua sungai suci pada anusnya, Sungai Ganga tinggal pada vaginanya, para rsi tinggal pada pori-pori kulitnya dan Yamaraja tinggal pada wajahnya.” “Varuna dan Kuvera tinggal pada bagian kanan punggungnya, Yakga dan Tejasvi pada bagian kiri punggungnya, para Gandharva tinggal di mulutnya dan para Naga tinggal pada ujung hidungnya. Para Apsara tinggal pada bagian belakang kuku-kukunya. Laksmi tinggal pada tahinya, Parvati pada air kencingnya, para deva yang berterbangan di angkasa tinggal di bagian depan kaki-kakinya, Prajapati tinggal pada suaranya dan empat lautan tinggal pada kantong susunya.”

“Orang yang menyentuh sapi setiap hari setelah mandi bebas dari segala reaksi dosa. Orang yang mengolesi dirinya debu dari kuku-kuku sapi dinyatakan telah mandi di semua tempat suci. Orang seperti itu bebas dari semua jenis dosa.” Bhavisya-Purana, Uttara Parva (61.25 – 37) menyatakan: “Deva Brahma dan Sri Visnu tinggal pada akar tanduk sapi, semua tempat suci ada pada ujung tanduknya, Mahadeva tinggal bagian tengah tanduknya, Gauri tinggal pada dahinya, Kartikeya tinggal pada ujung hidungnya dan dua Naga, Kambala dan Asvatara tinggal pada kedua lubang hidungnya. Asvini Kumara tinggal pada dua kupingnya, matahari dan bulan tinggal pada matanya, delapan Vasu tinggal pada gigi-giginya, Varuna tinggal pada lidahnya, Sarasvati pada kerongkongannya, Yama dan Yaksa pada dua pipinya, pagi dan malam ada pada dua bibirnya, Indra pada bahunya, para raksasa pada punuknya, langit tinggal di tumitnya dan Dharma pada empat kakinya.” “Para Gandharva tinggal pada bagian tengah kuku-kukunya, para ular tinggal pada bagian depan kuku-kukunya dan para raksasa tinggal pada bagian belakang kuku-kukunya. Sebelas Rudra tinggal pada punggung sapi, Varuna pada semua sendinya, para leluhur pada pinggang, manusia pada pipi-pipinya dan Sri pada anusnya. Sinar matahari berada pada rambutnya, Ganga berada pada air kencingnya dan Yamuna pada tahinya.” “Tiga puluh tiga juta deva tinggal pada pori-pori rambut tubuhnya. Gunung dan Bumi bertempat pada perutnya dan empat samudra pada empat putingnya. Deva Parjanya tinggal pada susunya dan awan bertempat pada tetesan-tetesan susunya. Para Garhapatyagni tinggal pada perutnya, Daksinagni pada tenggorokannya dan Sabhyagni pada langit-langit mulutnya. Gunung-gunung tinggal pada tulang-tulangnya dan kurban suci tinggal pada sumsum tulangnya. Empat Veda juga bertempat dalam tubuh sapi.” Brahmanda-purana menyatakan: “O Penguasa alam semesta, Narayana! Hamba menyampaikan sembah sujudku kepada-Mu. Pada zaman dahulu, Srila Vyasadevamengucapkan Gosavitri stotra. Sekarang aku akan menguraikannya. Doa kepada sapi ini menghancurkan semua reaksi dosa dan memenuhi keinginan seseorang. Oleh karena itu, doa ini sangat bertuah. Vedavyasa sendiri yang inkarnasi Sri Visnu tinggal di ujung tanduk-tanduk sapi. Parvati bertempat pada akar tanduk-tanduknya, Sadasiva bertempat pada bagian tengah tanduknya, Brahma di kepalanya, Brhaspati di bahunya, Sankara di dahinya dan Asvini Kumara di telinga-telinganya, Matahari dan Bulan di mata-matanya, para rsi di gigi-giginya, Sarasvati di lidahnya dan semua deva di dadanya.” “Para Gandharva tinggal di bagian tengah kukunya, Bulan dan Ananta tinggal di bagian depan kukunya, dan para Apsara tinggal di bagianbelakang kukunya. Para leluhur tinggal di punggungnya, tiga sif at alam tinggal di alis-alisnya, para rsi tinggal di pori-porinya, Prajapati tinggal di kulitnya, langit tinggal di dagunya, Yamaraja tinggal di punggungnya, semua tempat suciberada di anusnya dan Ganga hadir di air kencingnya. LaksmI bertempat pada pandangannya, punggungnya dan tahinya. Asvini Kumara tinggal di dua lubang hidungnya dan Candikaka tinggal di bibirnya. Empat samudra bertempat di kantung susunya, Savitri dan Prajapatika hadir pada suaranya. Sesungguhnya, sapi juga adalah bentuk Sri Visnu secara langsung, Sri Kesava hadir di seluruh tubuhnya.”

Skanda-purana, Avantya Khanda, Reva Khanda, Bab 83 menyatakan: “Semua deva tinggal di tubuh sapi dan semua Veda ada pada tahinya. Indra tinggal pada ujung tanduk-tanduknya, Kartikeya di jantungnya, Brahma di kepalanya, Sankara di dahinya, Matahari dan Bulan di kedua matanya, Sarasvati di lidahnya, para Marut di gigi-giginya, empat Veda pada suaranya, para rsi di pori-pori tubuhnya dan samudra di kantung susunya.” “Air kencingnya berasal dari kaki padma Sri Visnu dan hanya melihatnya saja, seseorang bisa menghancurkan reaksi-reaksi dosanya. LaksmI tinggal di tahinya, para Gandharva, Apsara dan Naga tinggal di ujung kuku-kukunya. Semua tempat suci dan sungai suci juga hadir dalam badan sapi. Sri Visnu adalah sumber semua deva dan sapi terlahir dari badan Sri Visnu. Oleh karena itulah mengapa umat manusia menganggap semua deva ada dalam sapi.” Mahabharata, Asvamedha Parva, Vaisnava-dharma Parva, Bab 92 menyatakan: Sri Krsna bersabda kepada Maharaja Yudhisthira, “Wahai Raja, ketika seekor sapi berwarna coklat diberikan kepada seorang brahmana sebagai sumbangan, pada saat itu, Sri Visnu dan Indra tinggal pada ujung tanduk-tanduknya. Indra dan Bulan tinggal pada akar tanduk-tanduknya, Brahma tinggal pada bagian tengah tanduknya, Sankara tinggal pada dahinya, Asvini Kumara tinggal di telinganya dan matahari dan bulang tinggal di kedua matanya, para Marut tinggal di gigi-giginya, Sarasvati tinggal di lidahnya, para rsi tinggal di pori-porinya, Prajapati di kulitnya dan semua kesusastraan Veda hadir pada nafasnya.” “Bau keharuman bunga hadir pada lubang hidungnya. Para Vasu tinggal di bibirnya dan Agni tinggal di mulutnya. Para Deva Sadhya tinggal pada rangka rusuknya. Parvati tinggal di tenggorokannya, bintang-bintang tinggal di punggungnya, langit tinggal di punuknya, semua tempat suci tinggal di anusnya, Ganga hadir langsung di air kencingnya dan LaksmI berada pada tahinya. Devi yang paling cantik, Jyestha tinggal di hidungnya, para leluhur tinggal di kantung susunya dan Devi Rama tinggal pada ekornya. Para visvadeva tinggal pada kedua bagian tulang rusuknya. Kartikeya tinggal di dadanya dan lima jenis udara yang ada pada tubuh ada pada lutut dan pahanya. Para Gandharva tinggal di bagian tengah kukunya, para Naga tinggal pada bagian depan kukunya dan empat samudra tinggal di empat puting susunya.”

Sebagai penutup, penulis memberikan sepuluh kesalahan mengenai makan daging:

  1. Makan daging mengganggu dan merusak usaha dalam mencapai Tuhan Yang Utama
  2. Makan daging tidak memuaskan Tuhan Yang Maha Esa,
  3. Makan daging adalah kegiatan yang sangat berdosa.
  4. Makan daging menyebabkan kesengsaraan di kehidupan ini dan kehidupn di masa yang akan datang.
  5. Makan daging bertentangan dengan sif at dasar umat manusia.
  6. Makan    daging    menyebabkan    seseorang    mendapatkan kecenderungan-kecenderungan seperti binatang.
  7. Makan daging adalah usaha umat manusia yang tidak sah.
  8. Makan daging adalah tindakan yang sangat kejam.
  9. Makan daging merusak kesehatan
  10. Makan daging dilarang oleh sastra.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s