Sri Krsna Pengembala Sapi

Ketika Krsna berusia lebih dari tiga tahun, Beliau ditugaskan oleh ayahnya menjaga anak sapi. Keadaan yang menyejahterakan ini, Nanda Maharaja sendiri yang memilih anak sapi untuk Krsna, dan diadakanlah sebuah festival yang indah dan menarik. Krsna diberikan tali, tanduk kerbau/seruling, dan sebuah tongkat kecil berwarna kemerah-merahan. Ketika Dua saudara ini (Krsna dan Balarama) sedang mengembalakan anak-anak sapi mereka, orang tua mereka tergugah perasaannya. Nanda Maharaja dan Ibu Yasoda membantu Krsna dan Balarama pada saat akan mengembalakan anak sapi-anak sapi ke hutan. Kedua anak itu (Krsna dan Balarama) segera menguasai teknik mengendalikan sapi. Lalu Krsna minta agar Ayah dan Ibunya kembali pulang. Nanda Maharaja membiarkan Mereka mengembalakan anak-anak sapi sesuai dengan keinginan Mereka, namun sebagai orang tua yang menyayangi anaknya, Nanda Maharaja menasehati keduanya agar tidak masuk ke dalam hutan yang lebat karena saat ini adalah hari pertama Mereka mengembalakan anak-anak sapi. Beliau juga meminta Krsna dan Balarama agar pulang sesegera mungkin.

Ada kejadian yang menyenangkan yang terjadi sebelum Dua Bersaudara itu pergi mengembalakan anak-anak sapi ke hutan pada pagi itu. Pada hari pertama Krsna akan mengembalakan anak-anak sapi, Ibu Yasoda membawakan beberapa sepatu bagus dan sebuah payung untuk Krsna. Sebelum mereka pergi, Ibu Yasoda meminta kepada Balarama “Jagalah adikmu”, pastikanlah Dia memakai sepatunya dan payung ini.”

 Ibu Yasoda telah menyiapkan semua ini namun Krsna berkata “Aku tidak akan memakai semua ini, mengapa Aku memakai sepatu dan payung sementara anak-anak sapiKu tidak memakainya.” Krsna merasa bahwa Beliau tak mau memakai sepatu dan payung, kecuali kalau Ibu Yasoda membelikan 4 sepatu untuk setiap 1 anak sapi yang Beliau gembalakan. Selain itu pula, Ibu Yasoda harus membelikan payung untuk semua anak sapiNya dan menyuruh beberapa penyembah untuk memayungi setiap anak sapiNya.

Kalau Ibu Yasoda melakukan semua ini barangkali Krsna akan memakai sepatu dan payung. Menurut tradisi, semua leluhurNya adalah pengembala sapi dan anak sapi, sehingga Krsna merasa heran mengapa Ibu Yasoda begitu memperhatikanNya dan tidak memberikan perhatian yang sama terhadap anak-anak sapiNya. Beliau menjelaskan pada ibunya, “Dharmo raksati raksitah“, kalau seseorang menekuni dharma dan mengikuti prinsip-prinsip dharma maka dia dilindungi oleh dharma itu.

Jadi Krsna berkata kepada Ibu Yasoda, “Menjaga sapi dan anak-anak sapi adalah dharma kita. Marilah kita menjaga mereka dan merekapun akan menjaga kita.”Akhirnya Krsna dan juga Balarama tidak menerima sepatu atau payung itu. Krsna lebih suka menjadi pelayan sapi-sapi walaupun Beliau adalah Goloka Pati, Penguasa Goloka. dengan demikian Krsna tekun dalam Lila mengembalakan anak-anak sapiNya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s