Menjadi Sri Krsna Sehari

Sri Balarama dipanggil Douji artinya kakak yang melindungi adiknya. Setelah mengangkat Bukit Govardhan Sri Krsna banyak membunuh raksasa termasuk Sankhasura dan Aristasura. Balarama belum membunuh raksasa dalam waktu yang cukup lama Dia cemas tentang kewajibannya untuk melindungi Krsna sebagai seorang kakak. Ingin berpakaian seperti Krsna. Pada suatu saat Balarama meminta pada Krsna agar dia dapat memakai bulu burung merak dan seruling Krsna selama sehari saja. Krsna yang sayang pada kakakNya setuju, lalu memberikan bulu merak dan serulingNya pada Balarama.

Krsna dan Balarama berpelukan dengan erat kemudian dengan tertawa, Balarama pergi sambil memainkan seruling Krsna. Sementara itu di Mathura, raja Kamsa akan mengirim raksasa Keshi (dalam bentuk kuda) ke Vrndavana untuk membunuh Krsna. Raksasa Keshi bertanya pada Kamsa, “Bagaimana aku bisa mengenal Krsna”. Kamsa mengatakan padanya bahwa sangat mudah mengenalNya karena Dia satu-satunya yang memakai bulu burung merak dan memainkan seruling.

Ketika Balaramaji asyik menikmati kegiatanNya sebagai Krsna sehari, raksasa kuda Keshi, yang mengerikan datang dalam wujud badai yang besar ke Vrndavan. Melihat Balarama memakai bulu burung merak pada mahkotaNya dan sedang memainkan seruling, Keshi meringkik dengan keras dan memberikan tendangan yang sangat kuat pada Balarama. Tendangan itu dapat mematikan gajah yang besar. Tendangan ini menerbangkan Balarama jauh dari pandangan raksasa Keshi itu. Dengan berpikir bahwa dia telah membunuh Krsna maka dia pergi. Balaramaji bangun terhuyung-huyung dan dia mulai menangis. DadaNya terasa sakit dan nafasNya sepertinya sesak. Balarama merasa lapar dan sangat lelah habis terlempar cukup jauh.

Setibanya di rumah. Balarama segera menemui Krsna dan mengembalikan seruling dan bulu burung merakNya. Balarama mengatakan pada Krsna bahwa dia tidak akan pernah lagi memakainya sehingga tidak ada raksasa lagi yang datang menendangnya dengan mengira dirinya Krsna. Kemudian Balaramaji menemui lbu Rohini dan tidur di pangkuannya.

Krsna memakai kembali bulu burung merak itu dan menyelipkan seruling dalam ikat pinggangNya. Kemudian Krsna bermain-main di desaNya. Tiba-tiba raksasa itu datang lagi dan dengan mudah Krsna dapat membunuhnya.

Srila Prabhupada menulis, Balarama adalah Visnu yang asli, oleh karena siapapun yang mengingat lila atau kegiatan ini, pagi dan malam maka dia akan menjadi seorang penyembah mulia Personalitas Tuhan yang Maha Esa dan dengan demikian hidupnya akan sukses.

Sri Balaramaji Ki Jay!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s