Kemunculan Sri Krishna-Sri Krishna Janmasthami

Oleh Srila Gour Govinda Swami

Alihbahasa : Anantavijaya dasa

 Di dalam tiga bab awal dari Skanda Sepuluh Srimad-Bhagavatam terdapat uraian tentang kemunculan Bhagavan Sri Krishna. Kemunculan Krishna juga diuraikan di dalam Hari-vamsa dan Gopala-campu karya Sri Jiva Goswami. Mendengarkan tentang kegiatan-kegiatan rohani Krishna sangatlah bertuah. Bhagavatam (1.2.17) menyebutkan:

 srnvatam sva-kathah krsnah punya-sravana-kirtanah

hrdy antah stho hy abhadrani vidhunoti suhrt satam

 Sri Krishna, Personalitas Tuhan Yang Maha Esa, yang adalah paramatma di hati setiap insan dan yang memberkati penyembah-Nya yang jujur, membersihkan segala keinginan untuk kenikmatan duniawi dari hati sang penyembah yang telah mengembangkan dorongan untuk mendengarkan amanat-amanat-Nya, dimana amanat-amanat itu sendiri sangat bertuah apabila didengar dan disampaikan dengan cara yang benar.

Mengapa Krishna Muncul

Bhagavatam menyebutkan bahwa mendengarkan tentang lila-kahani, atau uraian-uraian tentang kegiatan Bhagavan Krishna, sangatlah bertuah. Jika kita mendengarkannya dengan keyakinan yang penuh dan perhatian yang terpusat maka segala pencemaran duniawi di hati kita akan dibersihkan. Untuk memberi kita kesempatan mendengarkan uraian-uraian tentang kegiatan-kegiatan-Nya ini, Bhagavan Sri Krishna turun ke dunia ini.

Kediaman abadi Krishna di angkasa rohani dikenal sebagai sac-cid-ananda-maya-dhama, sebuah dhama yang sanmaya, cinmaya, dan anandamaya—penuh dengan keabadian, penuh dengan pengetahuan, dan penuh dengan kebahagiaan. Krishna selalu berada di sana dengan berbagai kesibukan, larut sepenuhnya dalam lila rohani, khususnya rasa-lila. Untuk apa Krishna muncul ke dunia material ini? Dunia material ini bukanlah tempat tinggal-Nya. Dunia material adalah kebalikan dari sac-cid-anandamaya-dhama rohani-Nya. Dunia material bersifat asat-, acit-, dan nirananda-maya—dunia material ini bersifat sementara dan penuh dengan kebodohan dan penderitaan. Untuk apa Krishna datang ke sini? Urusan apa yang hendak dilakukan Krishna di sini? Krishna datang sebab Dia suhrdam sarva-bhutanam, (Bg. 5.29) satu-satunya kawan yang mengharapkan kebaikan bagi semua makhluk hidup.

Sejak waktu yang tidak dapat diingat lagi kita telah melupakan Krishna dan telah berada di bawah cengkeraman maya. Tapi Krishna tidak melupakan kita. Krishna adalah kawan yang mengharapkan kebaikan kita. Krishna selalu mengikuti di belakang kita; Krishna tidak pernah meninggalkan kita. Krishna ada di hati kita sebagai Paramatma. Krishna juga turun ke dunia material ini dalam banyak inkarnasi bersama dengan dhama-Nya dan rekan-rekan-Nya dan Krishna mewujudkan kegiatan-kegiatan rohani. Salah satu tujuan dari kemunculan-Nya adalah agar lila-kahani-Nya akan tercatat di dalam kitab-kitab suci. Kemudian penyembah-penyembah tercinta-Nya—para sadhu, vaisnava, mahajana—akan datang. Mereka akan mengajarkan, menyampaikan dan berbicara tentang kegiatan-kegiatan tersebut. Dengan demikian kita akan mencapai kedamaian dan kebahagiaan. Hati kita akan dibersihkan dan kemudian kita akan mampu mengerti tentang kedudukan dasar kita.

Krishna adalah tuan abadi kita dan kedudukan dasar kita adalah sebagai abdi-abadi-Nya. Karena itu, Krishna turun ke sini karena kridartha—dengan tujuan untuk menikmati kegiatan-kegiatan penuh permainan rohani bersama penyembah-penyembah tercinta-Nya, untuk menikmati lila-rasa, rasa dari lila rohani-Nya. Pada saat yang bersamaan Krishna juga memberi kita kesempatan untuk menikmati kegiatan-kegiatan ini. Lebih lanjut, Krishna juga datang ke sini untuk sadhu-samraksana, melindungi penyembah-penyembah tercinta-Nya. Inilah tujuan-tujuan dari kedatangan Krishna ke dunia material ini.

Sumpah Maharaja Nanda

 

Kitab Gopala-campu menguraikan bahwa di tengah ruang pertemuan Maharaja Nanda terdapat dua pujangga yang bernama Snigdha Kantha dan Madhu Kantha yang setiap hari menyanyikan lagu-lagu. [“Snigdha-kantha” secara harfiah berarti, “suara yang bermuatan kasih sayang” dan “madhu-kantha” secara harfiah berarti, “suara yang bermuatan madu”.] Pada suatu hari mereka mulai menyanyikan kisah tentang bagaimana Nandaraj mendapatkan seorang putra. Dengan tujuan untuk mendapatkan seorang putra, Nandaraj melaksanakan banyak korban suci, namun belum juga lahir seorang putra. Para penduduk Vrajabhumi, yang semuanya adalah kawan beliau, juga mengangkat sumpah-sumpah pertapaan dan mempersembahkan pemujaan agar Maharaja Nanda bisa mendapatkan seorang putra. Namun tetap saja belum lahir seorang putra. Yasomati, istri Maharaja Nanda, menjadi sangat sedih. Beliau berhenti makan dan selalu duduk sambil menundukkan kepala dan meneteskan air mata.

Melihat keadaan istrinya, Maharaja Nanda menjadi sangat sedih lalu menghibur sang istri dengan berbagai cara. Maharaja Nanda berkata, “Apa pun yang menjadi kehendak Takdir, maka hal itu akan terjadi.” Istrinya, Yasoda Mata, berkata, “Suamiku yang baik, aku akan menyampaikan apa yang aku pikirkan di hatiku. Aku telah melakukan banyak korban suci dan telah menjalani banyak sumpah. Tetapi aku belum melakukan dvadasi-parama-vrata.”

Mendengar hal ini, Maharaja Nanda menjadi sangat bahagia dan berkata, “Ya, bagus sekali. Kita belum melakukan vrata ini. Jadi kita harus melakukannya.” Maharaja Nanda memanggil pendeta keluarganya. Sang pendeta menguraikan segala hal tentang tata cara, aturan dan ketentuan untuk menjalankan dvadasi-vrata ini.

Kunjungan Sang Yogini

Maharaja Nanda dan Yasomati Rani menjalankan vrata ini selama satu tahun. Pada akhir dari vrata tersebut Maharaja Nanda bermimpi. Sri Hari muncul dan, karena sangat puas kepadanya, berkata, “Keinginanmu akan segera terkabulkan. Dalam setiap kalpa Aku muncul sebagai putramu, dan dalam kalpa ini Aku juga akan muncul sebagai putramu. Aku akan mewujudkan lila masa kanak-kanak-Ku di rumahmu. Setiap hari engkau akan melihat kegiatan-kegiatan-Ku dan engkau akan menjadi sangat bahagia.”

Kemudian Maharaja Nanda terjaga dari tidurnya. Ternyata pagi telah tiba dan burung-burung berkicau. Beliau memutuskan untuk mandi di Sungai Yamuna bersama Yasomati istrinya, dan beliau membawa serta banyak harta kekayaan untuk diberikan sebagai derma. Semua dewa, muni, dan rsi muncul dengan menyamar sebagai pengemis untuk menerima derma dari Maharaja Nanda. Maharaja Nanda dan Yasomati menyelesaikan mandinya, dan kemudian mulai membagikan derma. Semuanya menjadi sangat senang menerima derma dari Maharaja Nanda. Mereka semua berseru dengan keras, “Maharaja Nanda ki jaya!” dan “Yasomati Rani ki jaya!”

Kemudian Maharaja Nanda pulang ke rumah lalu memuja Bhagavan Vishnu. Setelah menyelesaikan kegiatan sehari-harinya, beliau datang ke ruang pertemuannya dan menyampaikan penghormatan kepada pribadi-pribadi yang patut dipuja seperti guru-gurunya dan para brahmana.

Uraian Snigdha Kantha berlanjut: Kemudian penjaga pintu datang dan memberitahu Maharaja Nanda bahwa seorang brahmacarini telah datang. Mendengar hal itu, beliau berdiri dan menyambutnya, mempersilakan ia duduk di tempat duduk yang bagus. Maharaja Nanda membasuh kakinya dan memuja sang brahmacarini. Yasoda Mata mulai menangis di kaki brahmacarini tapasvi tersebut. Kemudian petapa itu merangkul Yasoda Mata di pangkuannya lalu memberkatinya dengan meletakkan tangannya di kepala Yasoda sambil berkata, “‘Wahai ratu yang baik, tidak lama lagi seorang putra yang baik akan datang dan lahir.” Mendengar hal ini, semua gembala sapi berkata, “Nandarani ki jaya!” Ketika saudara laki-laki Maharaja Nanda, Upananda, mendengar berita ini, ia menjadi sangat gembira dan berkata, “Hutan Gokula ini akan menjadi tempat perziarahan suci yang agung.”

Mendengar ramalan sang brahmacarini, semua penduduk Vrajabhumi menjadi sangat gembira. Mereka semua berdatangan dan mempersembahkan dandavat pranama di kaki sang yogini, sang brahmacarini. Mereka membuatkan sebuah pondok untuknya dan ia tinggal di sana.

 

Kehamilan Yasoda

 

Snigdha Kantha bertanya, “Saudaraku Madhu Kantha, sekarang ceritakan bagaimana Krishna datang ke kandungan Yasoda Mata.” Madhu Kantha kemudian menyampaikan tentang kebenaran yang sangat rahasia ini: Selama satu tahun Nanda dan istrinya telah menjalankan dvadasi-vrata. Kemudian, pada malam Krishna pratipat, hari pertama dari empatbelas hari menuju bulan baru dari bulan Magha, Maharaja Nanda bermimpi.

Beliau melihat seorang bayi dengan badan berwarna biru di langit, dan kemudian beliau melihat seorang perempuan dengan badan berwarna keemasan. Keduanya masuk ke hati Maharaja Nanda. Kemudian mereka keluar dari hati Maharaja Nanda lalu masuk ke dalam kandungan Yasoda Mata.

Dengan cara demikian, Yasoda Mata menjadi hamil. Mendengar berita ini, semua gopa dan gopi menjadi sangat gembira dan bahagia. Setiap hari mereka mengadakan festival besar untuk merayakan kehamilan Yasoda.

Maharaja Nanda memberikan banyak derma kepada para brahmana dan vaisnava. Banyak orang datang dan pergi ke rumah Nanda. Siapakah semua orang tersebut, tidak seorang pun mengetahuinya. Di antara mereka, sejumlah dewa-dewi juga datang.

Setelah hamil selama delapan bulan seorang ahli perbintangan memberitahu mereka, “Pada hari kedelapan dari empatbelas hari menuju bulan baru dari bulan Bhadra ini sang anak akan lahir pada sebuah tithi yang paling bertuah. Ketika Bhadrakrsnastami ini, atau hari kedelapan dari empatbelas hari menuju bulan baru dari bulan Bhadra ini tiba, perawat pun berkata, “Anak ini akan lahir pada hari ini.” Maka sebuah rumah persalinan segera disiapkan dan dihias dengan baik. Untaian kalungan bunga digantung di mana-mana. Gerbang-gerbang juga dihias dengan berbagai jenis bunga. Perawat-perawat yang ahli datang untuk merawat sang ibu dan sang anak. Di planet-planet surga semua dewa menjadi sangat gembira. Indradeva mencurahkan hujan. Pada hari itu semua orang tenggelam dalam lautan kebahagiaan, sebab Tuhan Yang Mahakuasa akan segera lahir.

Semua gopi hendak begadang malam itu. Namun disebabkan oleh pengaruh yoga-maya milik Krishna mereka pun tertidur. Ketika sang anak lahir, semua orang sedang tertidur. Bahkan Yasoda Mata sedang tertidur. Sama sekali tidak ada rasa sakit ketika kelahiran itu terjadi.

Tanpa rasa sakit sedikit pun, Yasoda Mata melahirkan Krishna, Personalitas Tertinggi Tuhan Yang Maha Esa. Anak itu adalah putra-ratna, yakni seorang putra yang bagaikan permata yang tak ternilai harganya.

Mathura dan Vrindavan

Tepat pada saat yang bersamaan ketika Yasoda Mata melahirkan Krishna di Vrindavan, di Mathura, di penjara Kamsa, Devaki juga melahirkan seorang anak. Mengenai hal ini, diuraikan di dalam Skanda Sepuluh Bhagavatam. Sri Hari muncul di Mathura dalam wujud yang berlengan empat. Dia memakai mahkota di kepala-Nya, dan dengan empat tangan-Nya Dia memegang sankha, cakra, gada, dan padma—sebuah kerang tiup, cakra, gada dan bunga padma. Kanaka-kundala-karna, di kedua telinga-Nya terpasang anting-anting emas, dan cahaya cemerlang memancar dari badan-Nya. Walaupun malam itu gelap dan berawan, disebabkan oleh cahaya yang memancar dari badan Sri Hari segalanya menjadi terang.

Melihat anak yang menakjubkan ini, Devaki menyampaikan sembah sujud dengan mencakupkan tangan dan memanjatkan doa-doa. Vasudev segera mandi. Bagaimana bisa beliau mandi di dalam penjara? Beliau melakukannya dengan cara bermeditasi di dalam pikirannya, manasa-snana. Juga di dalam pikirannya, beliau mengadakan sebuah festival besar untuk hari kelahiran Sri Hari dan memberikan sapi-sapi yang tak terhitung banyaknya sebagai derma kepada para brahmana dan vaisnava. Seperti halnya Devaki, Vasudev juga memanjatkan doa-doa kepada Sri Narayan. Kemudian Narayan memberitahu Vasudev, “Segera bawalah Aku ke Vraja-Gokula dan letakkan Aku di pembaringan Yasoda Mata.”

Mendengar hal ini, Vasudev sangat bahagia. Atas kehendak Sri Hari yang menakjubkan, para sipir penjara semua tertidur. Semua jeruji dan borgol penjara terbuka dan Vasudev bebas untuk pergi. Tepat pada saat yang bersamaan ketika Vasudev meninggalkan penjara Kamsa, Yasoda Mata melahirkan anak yang kedua, seorang putri.

Ketika Vasudev tiba di tepi Sungai Yamuna beliau melihat bahwa telah terjadi banjir besar. Air sangat tinggi dan membanjiri semua tempat. Beliau berpikir, “Bagaimana aku bisa menyeberang?” Tiba-tiba kemudian Vasudev melihat Mahamaya dalam wujud seekor serigala betina menyeberangi Yamuna. Maka Vasudev mengikutinya. Akhirnya beliau tiba di kediaman Maharaja Nanda. Diletakkannya putranya di pembaringan Yasoda Mata dan beliau mengambil putri Yasoda.

Lahir di Dua Tempat

Mendengar hal ini, Snigdha Kantha berkata, “Bagaimanakah ini? Yasoda Mata melahirkan seorang putra dan seorang putri, dan Vasudev mengambil yang putri. Apa yang terjadi dengan yang putra?” Madhu Kantha berkata, “Ini adalah hal yang sangat rahasia. Putri dari Yasoda Mata adalah saksatyogamaya. Atas kekuatannya, Yogamaya menyembunyikan putra Nanda, dan Vasudev tidak bisa melihat Dia. Vasudev hanya melihat yang putri.”

Putra dari Nanda dan Yasoda adalah svayam bhagavan, Personalitas Tuhan Yang Maha Esa yang asli—ete camsa-kalah pumsah krsnas tu bhagavan svayam (Bhag. 1.3.28). Nandanandana krsna, yasoda-nanda-nandana krsna adalah svayam bhagavan, dan semua avatara adalah bagian paripurna-Nya atau bagian dari bagian paripurna-Nya—amsa dan kala.

Dari kandungan Devaki muncul wujud Vaasudev yang berlengan empat, yang adalah prabhavaprakasa dari Krishna. Krishna memiliki dua jenis perbanyakan, prabhava-prakasa dan vaibhava-prakasa. Ketika svayam bhagavan Krishna muncul, semua bagian-Nya dan bagian dari bagian-Nya, amsa dan kala, semua muncul di dalam Diri-Nya. Putra dari Vasudev adalah Vaasudev, wujud Tuhan yang berlengan empat. Vaasudev adalah bagian paripurna dari Krishna. Jadi ketika Vasudev meletakkan putranya di pembaringan Yasoda, Vaasudev tersebut masuk ke dalam Krishna kecil yang telah berbaring di sana. Seperti halnya semua sungai mengalir untuk masuk ke laut, demikian pula semua bagian paripurna dan bagian dari bagian paripurna Tuhan datang dan masuk ke dalam Tuhan yang asli/mula-mula. Disebabkan oleh aktivitas Yogamaya, Vasudev tidak dapat mengerti tentang semua hal ini.

Di dalam Hari-vamSa (2.4.11) dijelaskan bagaimana Sri Hari secara bersamaan lahir di dua tempat:

garbha kale tv asampurne astame masi te striyau

devaki ca yaSoda ca susubate samam tada

Pada bulan kedelapan kehamilannya, yang dipandang asampurna, belum lengkap, Yasoda dan Devaki melahirkan pada saat yang bersamaan. Tepat setelah itu, Yasoda melahirkan seorang putri, Yogamaya. Mahamaya adalah satu bagian dari Yogamaya, dan dengan demikian Mahamaya juga ada di sana. Vasudev mengambil Mahamaya ini dan memberikannya kepada Kamsa, sementara Yogamaya tinggal, dalam keadaan tersembunyi, di Vrajabhumi. Dengan cara demikian dinyatakan bahwa anak kedelapan adalah seorang putri, bukan seorang putra. Kamsa telah tertipu.

Kegembiraan Yasoda

Madhu Kantha kemudian berkata, “Ketika Yasoda Mata melahirkan Krishna, semua sedang tertidur. Semua tertidur sepanjang malam. Kemudian pada pagi hari, Sri Hari mulai menangis. Kwaaa! Kwaaa! Kwaaa! Maka terbangunlah semuanya. Yasomati juga terbangun dan melihat putranya yang tampan.

Melihat putranya yang menakjubkan dan sangat tampan, ibu Yasoda tenggelam sepenuhnya dalam lautan kebahagiaan. Beliau tidak tahu harus berbuat apa. Beliau meneteskan air mata kebahagiaan dan cinta kasih. Dari payudaranya, susu mengalir. Anak yang baru lahir itu ada di pangkuannya dan Yasoda memandangi dengan penuh kebahagiaan.

Suara Yasoda Mata tersendat-sendat dalam kegembiraan. Beliau tidak mampu berkata apa-apa, dan hanya meneteskan air mata cinta kasih. Sampai sebelum hari itu beliau hanya bisa memandangi putra-putra orang lain. Hari ini beliau sedang memandangi putranya sendiri. Air mata mengalir deras dari matanya dan susu mengalir dari payudaranya. Seluruh sari-nya menjadi basah sepenuhnya. Yasoda Mata terus menerus memandangi wajah putranya yang bagaikan bunga padma dan bagaikan bulan. Semua perawat, gopa, dan gopi terbangun, karena mendengar suara tangisan anak yang baru lahir itu. Semua orang berdatangan dan berkata, “Oh, anak ini laki-laki, bukan perempuan!

—Dikutip dari buku Matura Bertemu Vrindavan, Gopal Jiu Publications.

Iklan

7 pemikiran pada “Kemunculan Sri Krishna-Sri Krishna Janmasthami

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s