Sri Nityananda Berjumpa dengan Gadadhara Dasa

Suatu kali, Nityananda Prabhu ingin mengenakan beberapa perhiasan yang indah. Segera Dia menginginkan hal itu, berbagai jenis perhiasan hinda dan bernilai yang terbuat dari perak, emas dan intan berlian segera dibawa di hadapan Nya. Orang-orang beruntung membawa perhiasan ini yang terhias dengan permata dan coral. Mereka juga membawa pakaian indah dan kalung mutiara, yang mereka persembahkan kepada Sri Nityananda sambil bersujud.

Sri Nityananda kemudian menghias dirinya Sendiri menurut kehendak manis Nya. Dia menghias dua tangan Nya dengan gelang emas dan meletakkan sepuluh cincin emas yang ditimpa dengan intan dimasing-masing sepuluh jarijemari Nya. Dia menghias leher Nya dengan kalung yang ditabur dengan permata, mutiara dan coral. Memuaskan Dewa Siva dia mengenakan sebuah benang rudraksa dan hiasan amata kucing dengan emas dan perak, sesuai sekali, dan mengenakan itu di sekeliling leher Nya. Dia menghias kaki padma Nya dengan gelang kaki berbunyi terbuat dari perak, dan menempatkannya dengan sangat atraktif  cincin di jempol kaki Nya. Dia mengenakan kain putih indah, biru dan kuning. Sri Nityananda terlihat berpakaian sangat cemerlang  dengan cara ini.

Karangan bunga melati Arabian dan bunga campaka mengelantung di leher Nya. Bedak cendana terolesi di badan Nya yang indah. Kepala Nya dihiasi dengan turban yang dibuat dari kain yang bagus terhias dengan bunga-bunga beraneka warna. Keindahan dari wajah memikat paling utamanya mengalahkan kehindahan jutaan bulan. Dia melanjutkan senyuman dan mengucapakan nama suci Sri Hari. Kearah manapun cahaya cemerlang Nityanand aPrabhu, mata padma Nya akan memancarkan Krsna prema. Dia bermain-main dengan sebuah tongkat yang terbuat dari besi berlapis emas terukir indah. Dia selalu membawa atongkat ini di tangan Nya dalam mood sri Balarama., yang membawa tongkat yang sama.

Rekan-rekan Nityanana prabhu, yang berada dalam mood bocah-bocah pengembala sapi dii Vrndavana, mempersembahakan berbagai jenis perhiasan seperti gelang, rantai, gelang kaki, cincin, karangan bunga, sebuah terompet, tongkat, seruling, tali dan karangan bunga dari gunja kepada Nityananda terkasih mereka. Nityananda, atas kehendak manis Nya, akan menikmati dengan riang berbagai lila bersama rekan-rekan Nya.

Sri Nityananda, bersama dengan rekan-rekan Nya, mengunjungi rumah para penyembah. Dia mengunjungi seluruh desa di kedua sisi sungai Ganga, menyebarkan keagungan nama suci Krsna. Dia tersu menerus menikmati perasaan kasih cinta transcendental dalam hubungan cinta kasih. Nama Nya dan rupanya tidak berbeda. Hanya dengan melihat Dia, seluruh makhluk hidup menjadi terperangkap. Bahkan ateis akan segera menghaturkan doa pujian kepada Nityananda sesegera mereka melihat Dia dan berkeinginan sekali menghaturkan apapun kepada Nya.

Badan transcendental Nityananda Svarupa sangat manis dan memikat. Dia sangat murah hati melimpahkan karunia Nya pada siapapun. Apakah sedang makan, tidur, atau berkeliling, Dia tidak membuang sedetikpun tanpa melaksanakan nama-sankirtana. Kapanpun Nityananda melakukan Sankirtana dan menari dalam kebahagian. Dia menangkap pikiran dari ratusan orang-orang. Bahkan terhadap anak anak desa yang buta huruf, atas dorongan yang tertanam dari potensi rohani Nityananda Prabhu, anak-anak itu akan mampu mendesak pohon besar terangkat dari tanah tanpa kesulitan. Mereka akan berteriak lantang saat mereka mengangkat akar pohon itu, bersuara keras, “Kami bocah pengembala sapi!” kekuatan dari satu anak bahkan tujuh pria tidak akan bisa mengontrol mereka.

Anak-anak itu dengan bahagia mengaum seperti singa dan berucap, “Segala pujian kepada Sri Krishna Caitanya! Segala Pujian kepada Sri Nityananda!”

Nityananda Prabhu, yang merupakan jiwa dan raga setiap orang, menangkap hati bahkan anak-anak kecil. Beberapa anak tidak makan bahkan sepanjang bulan. Orang-orang menjadi kagum melihat hal itu. Seleuruh penyembah menjadi terbanjiri dengan cinta kasih rohani dan Nityananda Prtabhu satu satunya pelindung mereka. Sri NItaynanda menyuapi setiap orang dengan tangan Nya sendiri, memperlakukan mereka seperti putera-puteraNya. Kadangkala, dia mengikat beberapa orang dengan tali, atau bahkan memukulnya, dan kemudian tertawa dengan keras dalam kegembiraan.

Suatu hari, menunjukkan kasih sayangnya kepada Gadadhara dasa, Nityananda datang ke rumahnya. Gadadhara dasa Mahasaya sepenuhnya terserap dalam karunia transendental dalam mood gopi. Dia meletakkan sebuah pot berisi air Ganga di kepalanya dan membawanya, “Siapa yang akan membeli susu?” dia memiliki arca yang indah Sri Bala Gopala di rumahnya. Keindahan dan kemanisan Arca ini tiada taranya. Melihat Arca Bala – Gopala memikat  ini, Nityananda Ppabhu memeluk Arca dekat di dadanya dengan cinta bhakti rohani luar biasa. Saat setiap orang melihat Sri Bala Gopala melekat erat di hati Nityananda Prabhu, mereka dengan suara keras menyanyikan nama suci Sri Hari. Terserap dalam mood bocah pengembala sapi, Sri Nityananda berteriak dan mulai menari. Madhavanda Ghosa menyanyikan lila Krishna yang meminta pajak dari para gopi.

Saat mendengar lagu ini, Avadhuta Nityananda menjadi sangat puas. Suara yang merdu dari Madhavananda yang mujur memerangkap hati Sri Nityananda. Sri Nityananda menari, meniru lila Krsna di Vrindavana. Gadadhara yang baik hati melupakan dirinya, terserap dalam mood gopi.

Saat mendengar lila Krsna di Vrndavana, Nityanada Prabhu menari begitu emosionalnya yang diluar dari uraian. Tariannya tiada taranya, memperlihatkan segala macam ciri-ciri kebahagaian cinta bhakti. Gerakan-gerakan tari Nya hanya akan dapat dibandingan dengan halilintar. Kaki dan tangan Nya tampak memikat tanpa dapat dipercayai. Begitu mengagumkannya gerak mata dan senyum Nya! Goyangan kepala Nya mengagumkan! Dia mengangkat kaki padmanya yang indah bersama sama dan melompat dan kembali turun dengan cara yang begitu sangat spektakuler.

Semua pria dan wanita mengambang dalam kebahagian Krsna prema atas karunia yang menyebar dari Nityananda. Karunianya yang menyebar begitu kuat terhadap setiap orang sehingga setiap orang lupa diri sendiri dalam kebahagian spiritual. Atas karunia Nya, setiap orang mudah menerima cinta dan bhakti yang dicita-citakan oleh para resi dan yogi agung. Ketika seorang yang bahkan sebesar seekor gajah tidak makan selama tiga hari, dia akan pasti menjadi lemah dan akan kesusahan untuk berjalan. Karena itu, ketika seorang anak tidak makan apapun selama sebulan dan tetap masih berperilaku layaknya seekor singa, maka hal itu pastilah manifestasi dari karunia dan potensi Sri Nityananda, begitupula, melalui energi ilusi Sri Caitanya, tidak seorang pun akan dapat memahami kenyataan ini.

Sepenuhnya terserap dalam cinta bhakti Tuhan, Nitayannda Prabhu tinggal di rumah Gadadhara dasa. Gadadhara dasa terserap dalam kesadaran sehingga dia menularkan setiap orang pengucapanan nama suci Sri Hari.

Di desa Gadadhara dasa ada seorang Kazi yang berdosa sekali tinggal dan sangat tidak menyetujui atau menetapng pengucapanan nama suci Tuhan. Sepenuhnya terserap dalam karunia spiritual, Gadadhara Mahasaya tanpa rasa takut pergi suatu malam ke rumah Kazi ini, siapapun takut kepada Kazi ini. Mengucapkan nama suci Tuhan Hari, dia masuk kerumah Kazi itu. Seluruh penjaga dan pelayan Kazi melihatnya, namun tak seorang berani menahannya.

Gadadhara berkata, “Dimanakah Kazi? Ucapkan nama Krsna saat ini juga, atau aku akan melepaskan semua kepalamu.”

Kazi itu keluar dari ruangnya, dengan marah dan membara seperti api. Melihat Gadadhara dasa, bagaimanapun, dia menjadi begitu tenang. Kazi bertanya,

“Gadadhara, kenapa engkau datang kesini?”

“Ada sesuatu yang ingin Aku katakan kepada mu,” jawab Gadadhara. “Sri Caitanya dan Sri Nitayananda Prabhu telah muncul di dunia ini dan telah membuat siapapun mengucapkan nama suci Sri Hari. Engkau satu satunya yang belum mengucapkan nama suci Tuhan. Karena hal itulah aku datang kehadapan mu. Ucapkan sekarang nama suci Sri Hari yang mujur ini, nama suci akan membebaskan mu dari segala dosa-dosa mu.”

Sifat alaminya, Kazi orang yang sangat irihati. Menjadi terperanjat, dia tidak mengucapkan sepatah kata. Kazi tersenyum dan berkata.

“Dengarlah, Gadadhara, esok hari aku akan mengucapkan nama Suci Sri Hari, namun hari ini, mohon pulanglah.”

Segera Gadhadara dasa mendengar nama Hari terucap dari mulut Kazi, dia dipenuhi dengan cinta kasih yang luar biasa. “Mengapa esok hari?” ujar nya. “Engkau telah baru saja mengucapkan nama suci Hari. Saat ini tidak akan ada ketidakberuntungan akan pernah menimpa engkau karena engkau telah mengucapkan nama Sri Hari.”

Berujar seperti itu, Gadadhara dasa dibanjiri dengan kebahagaian sehingga dia menari dan menepuk tangannya. Kemudian, Gadadhara dasa kembali pulang. Sri Nitayananda tinggal di badan Gadadhara dasa. Keagungan yang begitu luar biasa dari Gadadhara dasa, yang merupakan salah satu rekan Sri Caitanya. Cahaya karunianya mengingap pada Kazi, yang penyembah hindari dengan jarak yang jauh. Kazi telah setengah memaksa banyak Hindu masuk Muslim dan merupakan sosok yang sangat berdosa. Sebelumnya, bahkan seorang yang berdosa seperti kazi meninggalkan sifat alami kekerasannya dengan pergaulan yang penuh karunia dari penyembah Krsna.

Merupakan suatu kenyataan bahwa bahkan ular, api atau macan tidak bisa mengancam seorang yang terserap dalam kesadaran Krsna. Atas karunia Nitayananda Prabhu. Rekan-rekannya dengan sangat mudah menerima cinta dan bhakti yang diinginkan oleh Dewa Brahma dan keterikatan kepada Krsna yang diinginkan oleh para gopi.

O saudara-saudara, mohon puja kaki padma Sri Nityanada Prabhu. Atas karunia Nya sehingga seorang memperoleh kaki padma Sri Caitanya.

Menerima Sri Caitanya dan Nitaynanda Prabhu sebagai jiwa dan raga, Aku, Vrindavana dasa, menyanyikan keagungan kaki padma Mereka.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s