Sastra Purana

Srimad Bhagavatam Skanda 12

Trayyaruni, Kashyapa, Savarni, Akritavrana, Vaishampayana, dan Harita adalah enam orang penguasa Purana. Masing-masing mendalami satu dari enam Purana itu dari Romaharshana, ayah Suta Gosvami dan murid Shrila Vyasadeva. Suta Gosvami menjadi murid dari enam orang itu dan begitulah dia menguasai semua Purana.

Inilah sepuluh khas topik Purana : penyiptaan alam semesta, ciptaan berikutnya dari planet-planet dan penghuninya, pemeliharaan semua makhluk hidup, perlindungan mereka, pemerintahan Manu, dinasti para raja besar, kegiatan para raja itu, pelebaran, sebab keterlibatan jivatma dalam kegiatan material dan perlindungan tertinggi.

Semua topik ini dibicarakan di setiap Skanda Srimad – Bhagavatam. Skanda tertentu tidak membahas hanya satu pokok bahasan saja. Juga topik – topik itu tidak dibahas berurutan satu demi satu.

Penyiptaan (sarga) bermula dengan pengolahan sifat alam di dalam yang tak berwujud, menyebabkan munculnya mahat-tattva.

Penyiptaan kedua (visarga) adalah perwujudan dari semua jenis bentuk kehidupan, yang muncul dari proses penggabungan keinginan-keinginan material. Karunia tuhanlah yang menyebabkan jiva terbelenggu boleh berkeinginan material dan bertindak di dunia ini.

Makanan (vritti ) utamanya dari makhluk bergerak atas makhluk yang tidak bergerak. Bagi manusia, itu berarti tindakan bagi kehidupan seseorang dalam cara yang cocok sesuai dengan sifatnya.

Tuhan Yang Mahaesa memegaruhi perlindungan (raksha) dalam inkanrnasi-Nya di antara binatang, manusia, resi dan dewa. Dengan kegiatan-Nya, Dia melindungi penduduk alam semesta, sambil menghancurkan musuh-musuh peradaban Veda.

Pada setiap Manvantara (periode Manu), muncul enam macam kepribadian sebagai perwujudan Tuhan Hari, termasuk pemerintahan Manu, Indra, para resi besar dan amsha-avatara (inkarnasi sebagian dari Personalitas Tertinggi Tuhan Yang Mahaesa).

Dianasti para raja berasal dari Dewa Brahma dan mereka berkembang terus melewati masa lalu, masa kini dan masa depan.

Ada empat macam peleberusan kosmos, seperti telah diuraikan sebelumnya. Sebab aktual dari ciptaan adalah Tuhan. Tetapi, dalam satu sisi, jivatma terbelenggu adalah sebab, karena ciptaan terjadi sebagai tanggapan dari keinginan material mereka.

Perlindungan tertinggi adalah kebenaran Mutlak Tertinggi. Objek-objek material adalah perwujudan dalam bentuk milyaran, bersama dengan namanya masing-masing, tetapi ramuan utamanya selalu ada sebagai dasar adanya objek-objek tersebut. Misalnya periuk dibuat dari tanah liat, dan periuk itu tetap saja tanah liat. Sama saja, Kebenaran Mutlak Tertinggi selalu ada pada badan material, karena bagaimanapun juga, segala sesuatu adalah pengembangan dari energi-Nya.

Delapan belas Purana utama ( dengan sepuluh pokok bahasan, sebagai lawan dari Purana kecil yang membahas hanya lima pokok bahasna) adalah Brahma Purana, Padma Purana, Vinu Purana, Shiva Purana, lingga purana, Garuda Purana, Narada Purana, Bhagavata Purana, Agni Purana, Skanda Purana, Bhavisya Purana, Brahma Vaivarta Purana, Markandeya Purana, Vamana Purana, Varaha Purana, Kurma Purana dan Bramanda Purana.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s