Pernyataan Governing Body Commission (GBC) ISKCON

Pernyataan Governing Body Commission (GBC)

International Society for Krishna Consciousness (ISKCON)

9 Maret 2013

Sebagai Acharya-Pendiri International Society for Krishna Consciousness (ISKCON) dan sebagai guru-utama dan otoritas tertinggi dalam perkumpulan kita, Srila Prabhupada memiliki hubungan yang unik dengan setiap penyembah di ISKCON.

Sri Krishna, Personalitas Tertinggi Tuhan Yang Maha Esa, adalah guru sejati yang Karunia Rohani-Nya turun melalui perantara Guru Parampara. Oleh karena itu, seorang penyembah pada puncaknya adalah diselamatkan oleh Sri Krishna yang bertindak melalui gabungan dari berbagai perwujudan karunia-Nya. Perwujudan karunia tersebut meliputi, tetapi tidak terbatas pada, chaitya guru, Srila Prabhupada, Guru Parampara, guru-diksa, para guru-siksa, Nama Suci, sastra, dan sembilan proses bhakti.

Di antara unsur-unsur yang saling bekerja sama ini, Srila Prabhupada, sebagai Acharya-Pendiri International Society for Krishna Consciousness, adalah guru-utama bagi seluruh anggota ISKCON. Semua anggota ISKCON, seluruh generasi, dianjurkan untuk berlindung kepada Srila Prabhupada. Semua anggota ISKCON memiliki hak dan dianjurkan untuk, memiliki hubungan pribadi dengan Srila Prabhupada melalui buku-buku beliau, ajaran-ajaran, pelayanan, dan perkumpulan ISKCON milik beliau ini.

Semua anggota ISKCON yang menerima peran-peran kepemimpinan di dalam ISKCON, termasuk para guru-diksa dan guru-siksa, memiliki kewajiban untuk bersama-sama melakukan pelayanan di bawah Governing Body Commission (GBC) ISKCON, untuk memenuhi perintah-perintah Srila Prabhupada sebagaimana yang telah beliau berikan di dalam buku-buku, ceramah, dan komunikasi pribadi beliau. [1]

      Secara umum, tugas utama seluruh guru-diksa, guru-siksa, dan semua yang lain yang menempati posisi-posisi kepemimpinan adalah untuk membantu Srila Prabhupada dalam pelayanan beliau kepada Guru Maharaj beliau, Srila Bhaktisiddhanta Sarasvati Thakur, dan sampradaya kita, Brahma Madhva Gaudiya Sampradaya.

Mereka yang menerima pelayanan dengan menjadi guru-diksa atau guru-siksa di dalam ISKCON hendaknya menjadi teladan dalam mewakili ajaran Srila Prabhupada, baik dalam kata-kata maupun tindakan. Guru-siksa memberikan petunjuk dan inspirasi spiritual mewakili Srila Prabhupada dan Guru Parampara. Guru-diksa memberikan petunjuk spiritual, inspirasi, inisiasi formal (diksa), nama spiritual, dan berikutnya memberikan mantra-mantra Gayatri rahasia kepada murid yang berkualifikasi sebagai bentuk pelayanan kepada Srila Prabhupada dan Guru Parampara.

Srila Prabhupada telah menjelaskan dengan gamblang bahwa para penyembah yang taat menjalani prinsip-prinsip Kesadaran Krishna adalah sedang bertindak pada tataran terbebaskan, dan oleh karena itu, mereka adalah penyembah-penyembah murni, walaupun mungkin mereka belum benar-benar terbebaskan. [2] (Bhakti yang murni seperti itu tidak harus ditentukan oleh peran atau kedudukan seseorang dalam pelayanan, melainkan melalui tingkat keinsafannya.)

Mereka yang menerima pelayanan dengan menjadi guru-diksa atau guru-siksa di dalam ISKCON memiliki mandat untuk menjadi pengikut yang taat terhadap petunjuk-petunjuk Srila Prabhupada, dan selama mereka mengikutinya maka mereka sedang bertindak pada tataran terbebaskan. Dengan demikian, mereka dapat melakukan pelayanan, seperti yang telah diperintahkan oleh Srila Prabhupada, sebagai wakil-wakil bonafid Tuhan dan Guru Parampara, serta menjadi perantara bagi karunia Tuhan dan Guru Parampara. Namun hendaknya dipahami dengan jelas juga bahwa jika guru-diksa atau guru-siksa tersebut tidak mampu mengikuti perintah-perintah Srila Prabhupada dengan taat, maka mereka bisa jatuh dari kedudukan mereka.

Maka dari itu, bertindak sebagai seorang guru-diksa di dalam ISKCON berarti melakukan pelayanan di bawah GBC dan bekerjasama dengan otoritas-otoritas ISKCON lainnya dengan cara menjalankan fungsi sebagai “guru reguler (fungsi guru sebagaimana tradisinya)” seperti yang telah diarahkan oleh Srila Prabhupada.

Pernyataan ini, walaupun telah merupakan sebuah kesimpulan, belum membahas prinsip-prinsip ini secara lengkap-menyeluruh. Ke depannya GBC dapat mengotorisasi pernyataan-pernyataan tambahan dan rumusan-rumusan lebih lanjut yang menjelaskan kedudukan utama Acharya-Pendiri kita, Srila Prabhupada, peran dan tanggung jawab dari mereka yang melakukan pelayanan sebagai guru-guru di dalam perkumpulan kita, serta tugas-tugas-terkait dari para anggota ISKCON dan mereka yang menerima inisiasi di dalam ISKCON.

Seluruh anggota GBC harus menyebarluaskan resolusi ini ke seluruh temple ISKCON, komunitas dan perkumpulan melalui segala bentuk komunikasi yang memungkinkan, untuk memberikan pendidikan kepada semua anggota ISKCON. Kursus-kursus pendalaman yang diselenggarakan di ISKCON dapat melakukan studi terhadap pernyataan ini termasuk kursus pengantar bagi para pemula, Kursus bagi Murid-Murid di ISKCON, Seminar Kepemimpinan Spiritual, dan acara-acara terkait lainnya. Membaca pernyataan ini, dan memastikan bahwa pernyataan ini telah dibacakan sebelum seseorang menerima inisiasi, akan menjadi bagian dari ujian bagi semua calon inisiasi (diksa).

[1] Detail lebih lanjut mengenai hubungan-hubungan dan kewajiban-kewajiban spiritual ini dapat ditemukan di dalam Rumusan resmi “Garis-Garis Otoritas Dalam ISKCON” yang telah disahkan oleh GBC pada tahun 2012.

[2] “Perkumpulan kesadaran Krishna ini secara langsung menerima perintah-perintah dari Personalitas Tuhan Yang Maha Esa melalui individu-individu yang mengikuti perintah-perintah-Nya dengan tegas. Meskipun barangkali seorang pengikut bukan orang yang telah terbebaskan, jika ia mengikuti Personalitas Tuhan Yang Maha Esa yang terbebaskan, sewajarnya tindakannya bebas dari pencemaran alam material. Karena itu Sri Caitanya mengatakan: “Atas perintah-Ku engkau dapat menjadi guru spiritual.” Seseorang dapat segera menjadi guru spiritual dengan memiliki keyakinan penuh terhadap sabda-sabda Personalitas Tuhan Yang Maha Esa dan dengan mengikuti petunjuk-petunjuk-Nya.” Penjelasan SB 4.18.5

Dan…

“Seseorang yang merupakan acharya dan guru yang telah terbebaskan tidak akan melakukan kesalahan apa pun, namun ada individu-individu yang lebih rendah kualifikasinya dan belum terbebaskan, yang masih dapat bertindak sebagai guru dan acharya dengan cara mengikuti garis perguruan secara ketat.” Surat kepada Janardana, 26 April, 1968

Dan…

“Mungkin kita belum sempurna sepenuhnya, namun sebisa mungkin, jika kita mengikuti petunjuk sebagaimana adanya, sejauh itu dapat dikatakan sempurna. Dengan cara demikian seseorang akan mencapai kesempurnaan. Jadi, seseorang harus mengikuti dan menjalani. Contoh yang sama, cobalah untuk memahaminya, bahwa seorang ahli teknologi atau teknisi atau mekanik yang ahli sedang bekerja, dan ada seseorang yang bekerja di bawah petunjuknya. Orang ini, karena ia bekerja dengan taat mengikuti petunjuk dari sang ahli, maka ia juga menjadi ahli. Barangkali ia belum ahli sepenuhnya, namun pekerjaan yang sedang ia kerjakan sudah sesuai dengan ahlinya. Apakah jelas? Karena ia bekerja di bawah orang yang ahli. Apakah Anda mengerti? Jadi jika Anda mengikuti seorang penyembah murni, maka Anda juga akan menjadi penyembah murni. Mungkin Anda belum benar-benar murni sepenuhnya. Karena kita berusaha untuk mengangkat diri kita sendiri dari kehidupan yang terikat. Namun jika kita secara taat mengikuti seorang penyembah murni, maka kita juga akan menjadi murni. Sejauh mana kita mengikutinya, maka sejauh itu kita murni. Jadi penyembah murni tidak berarti bahwa seseorang harus langsung menjadi benar-benar murni sepenuhnya. Namun jika ia berpegang pada prinsip-prinsip “Kita akan mengikuti seorang penyembah murni,” maka tindakan-tindakannya akan menjadi murni… Ia akan menjadi sebaik seorang penyembah murni. Ini bukan penjelasan saya sendiri. Ini merupakan penjelasan yang diberikan oleh Bhagavata. Mahajano yena gatah sa panthah [Cc. Madhya 17.186]”

Ref. VedaBase => Bhagavad-gita 2.1-10 and Talk — Los Angeles, November 25, 1968.

Alih Bahasa:

Anantavijaya das

Govinda Vallabha devi dasi

(Departemen Hubungan Internasional SAKKHI)

FILE INI BISA DI DOWNLOAD DI FB BERBENTU PDF.

 LINK:

  1. https://www.facebook.com/groups/iskconindonesia/files/
  2. https://www.facebook.com/pages/Iskcon-Indonesia-Sakkhi-GBC-Approval/168398043180443?sk=messages_inbox&action=read&tid=id.432690490123743
  3. WWW.ISKCONINDONESIA.COM

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s