Vaisnava-Dharma yang Non-Sektarian #4

Umat manusia memiliki dua jenis kecenderungan, yakni arthika, atau material, dan paramarthika, atau spiritual. Termasuk di antara kecenderungan-kecenderungan material adalah memelihara badan, membangun rumah, menikah, mendapatkan anak, belajar, mengumpulkan kekayaan, ilmu pengetahuan material, pekerjaan pabrik, mengumpulkan dan memelihara harta benda, dan mengumpulkan pahala-pahala kegiatan saleh. Walaupun ada sejumlah kesamaan antara kegiatan-kegiatan manusia dan kegiatan binatang, bagaimana pun upaya-upaya yang bersifat material yang dilakukan manusia berkedudukan lebih tinggi daripada kecenderungan alami kaum binatang. Jika setelah melaksanakan kegiatan-kegiatan material umat manusia tidak berlindung kepada kegiatan-kegiatan yang terkait dengan kedudukan dasar mereka, maka mereka disebut binatang berkaki dua. Kegiatan mendasar sesosok jiwa yang murni disebut sva-dharma, atau kegiatan bawaan sesuai identitas dasar. Sva-dharma dari sesosok entitas hidup terwujud secara dominan pada keadaan keberadaannya yang suci-murni. Dalam keadaan keberadaannya yang suci-murni, sva-dharma ini hadir dalam bentuk kegiatan-kegiatan spiritual. Segala kecenderungan material yang disebutkan di atas mencapai kesuksesannya apabila dikaitkan dengan kegiatan-kegiatan spiritual, jika tidak demikian kegiatan-kegiatan tersebut secara tersendiri tidak akan dapat membantu seseorang untuk mencapai tujuan tertinggi. Dari keadaan sibuk dalam kegiatan-kegiatan material sampai terbangkitkan dalam kegiatan-kegiatan spiritual disebut sebagai tingkat pendahuluan dalam kesadaran Tuhan. Dari tingkat pendahuluan ini sampai tingkat uttama-adhikari terdapat banyak sekali tingkatan antara. Mengajukan pertanyaan terkait dengan kebenaran tentang dunia material disebut Sakta-dharma, sebab sosok kepribadian penguasa dunia material adalah Dewi Durga. Segala perilaku dan praktik yang diajarkan dalam Sakta-dharma berguna hanya pada tingkat pendahuluan. Perilaku dan praktik yang demikian dimaksudkan untuk mengantarkan seseorang menjadi lebih dekat kepada kehidupan spiritual, dan orang yang materialistik mungkin saja terpikat oleh hal ini hanya sampai akhirnya mereka mulai bertanya tentang Kebenaran Mutlak Tertinggi. Sakta-dharma adalah upaya spiritual awal para entitas hidup, dan ia sangat-sangat penting dan diperlukan oleh orang-orang yang berada pada tingkatan tersebut. Ketika tingkat pendahuluan ini telah diperkuat lebih jauh, seseorang mencapai tingkat berikutnya. Ia kemudian mempertimbangkan tentang energi yang mendorong kegiatan dan kedudukan energi panas yang lebih tinggi daripada zat/materi yang bersifat lembam, sehingga ia pun mengakui keberadaan dewa-matahari, yang merupakan sumber energi panas, sebagai sosok pribadi yang ia puja. Pada saat itu, Saura-dharma terbangkitkan di hatinya. Berikutnya, ketika seseorang memandang energi panas pun sebagai zat/materi yang bersifat mati dan memandang kesadaran yang ada pada binatang berkedudukan lebih tinggi, ia mencapai tingkat ketiga, Ganapatya-dharma. Pada tingkat keempat, Dewa Siva dipuja sebagai kesadaran yang suci-murni milik para entitas hidup, dan Saiva-dharma pun terwujud. Pada tingkat kelima, kesadaran entitas hidup memuja sang kesadaran tertinggi, dan demikianlah Vaisnava-dharma terwujud. Menurut susunan alam, terdapat lima jenis dharma yang bersifat paramarthika, atau kewajiban-kewajiban spiritual, yang telah dikenal di seluruh dunia dengan nama-nama dan istilah-istilah yang berbeda-beda pada masa dan era yang berbeda-beda. Jika seseorang mencermati segala jenis dharma yang dipraktikkan saat ini di India maupun di luar India, ia akan dapat melihat bahwa semua bentuk dharma tersebut secara pasti akan dapat digolongkan ke dalam lima kategori ini. (Bersambung…)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s