Doa-Doa Indah Srila Bhaktivinoda Thakur kepada Sri Narasinga

by Anantavijaya dasa
May 24, 2013 at 10:03am

e dusta hrdaye kama adi ripu chaya

kutinati pratisthasa sathya sada raya

hrdaya-sodhana ara krsnera vasana

nrsimha-carane mora ei to’ kamana

Di hatiku berdiam kepalsuan, ketidaktulusan, keinginan untuk ketenaran, dan enam musuh yang berawal dari nafsu. Karena itu, aku berdoa di kaki-padma Sri Narasinga untuk menyucikan hatiku dan memberiku keinginan untuk melayani Krishna.

kandiya nrsimha-pade magibo kakhana

nirapade navadvipe jugala-bhajana

bhaya bhaya paya yan’ra darsane se hari

prasanna hoibo kabe more daya kari

Sambil menangis, aku mengemis di kaki Sri Narasinga memohon agar aku dapat memuja Radha dan Krishna di Navadvipa, bebas dari segala rintangan. Kapankah Sri Hari, yang membuat kepribadian rasa takut menjadi ketakutan, akan puas dan menganugerahkan karunia-Nya kepadaku?

yadyapi bhisana murti dusta-jiva-prati

prahladadi krsna-bhakta-jane bhadra ati

kabe va prasanna ho’ye sa krpa-vacane

nirbhaya karibe ei mudha akincane

Kendati wujud Tuhan ini mengerikan bagi iblis dan roh-roh yang berdosa, Dia sangat bertuah bagi para penyembah yang dipimpin oleh Prahlada. Kapankah Dia akan puas untuk kemudian berbicara dengan penuh karunia kepadaku, orang bodoh yang tiada berarti, dan menghilangkan rasa takutku?

svacchande baiso he vatsa sri-gauranga-dhame

jugala-bhajana hau rati hau name

mama bhakta-krpa-bale vighna jabe dura

suddha cite bhajo radha-krsna-rasa-pura

Sri Narasinga berkata: “Anak-Ku tercinta, tinggallah dengan bahagia di Gaura-dhama. Pujalah Radha dan Krishna, dan kembangkan rasa keterikatan terhadap nama suci. Atas karunia para penyembah-Ku, segala rintangan akan terlampaui. Dengan hati yang suci pujalah Radha dan Krishna, sumber nektar yang manis luarbiasa.”

ei boli’ kabe mora mastaka-upara

sviya sri-carana harse dharibe isvara

amani jugala-preme sattvika vikare

dharaya lutibo ami sri-nrsimha-dvare

Setelah berbicara demikian, kapankah Dia akan meletakkan kaki-Nya dengan riang di atas kepalaku? Pada saat itu, atas karunia Sri Narasinga, aku merasakan dan memperlihatkan tanda-tanda kebahagiaan cinta kasih rohani kepada Radha dan Krishna, dan aku berguling-guling di tanah di dekat pintu kuil Sri Narasinga.

(Dikutip dari “Sri Navadvipa Bhava Taranga”, sloka 36-40, dari buku Sri Navadvipa-dhama Mahatmya, karya Srila Bhaktivinoda Thakura)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s